Kabar Mojokerto - Banjir yang merendam pemukiman warga Dusun/Desa Mojoranu, Sooko, Mojokerto, sudah tiga hari ini belum juga surut. Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Berdasarkan pantauan tim Kabar Mojokerto, hampir seluruh wilayah Dusun/Desa Mojoranu terendam banjir, namun yang paling parah terjadi di RT 04, di mana genangan air tidak kunjung surut. Hingga saat ini, ketinggian air masih sekitar 15 cm dan berwarna hitam, tercampur minyak.
Rukhatin (36), salah satu warga RT 04, menjelaskan banjir disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi, sehingga saluran irigasi yang melintasi pemukiman tidak mampu menampung debit air. Ia mengungkapkan, banjir terjadi sejak tiga hari yang lalu dan kembali meningkat setelah hujan pada Kamis (5/12/2024) sekitar pukul 16.30 WIB, dengan ketinggian air mencapai 30 cm.
Baca Juga: Tebing Longsor Timpa Bocah Saat Memancing di Sungai Sumber Dandang Mojokerto
Meskipun air tidak masuk ke dalam rumahnya, Rukhatin merasa resah karena genangan air tak kunjung surut. Hal ini disebabkan saluran irigasi yang terletak sekitar 50 meter di depan rumahnya tertutup plengsengan tinggi, sehingga air tidak dapat mengalir ke saluran tersebut.
"Sudah tiga hari air enggak surut karena tidak ada saluran irigasi. Kalau pagi memang mulai surut, tapi saat hujan seperti kemarin sore, airnya naik lagi," ungkapnya.
Selain itu, air banjir yang tercemar limbah, mengakibatkan krisis air bersih bagi warga, termasuk Rukhatin. Limbah tersebut diduga berasal dari industri tetes tebu di Desa Modongan, Sooko, Mojokerto, yang terbawa banjir melalui saluran irigasi Dusun/Desa Mojoranu.
"Air banjir ini mencemari sumber air saya. Kalau mau minum atau mandi, saya terpaksa ke rumah ibu saya yang tidak tercemar," ujarnya.
Baca Juga: BPBD: 24 Desa di Kabupaten Mojokerto Terendam Banjir, Ribuan Jiwa Terdampak
Rukha berharap, instansi terkait segera meninjau kondisi tersebut dan memberikan solusi jangka panjang.
"Saya berharap segera ada penanganan, paling tidak dibuatkan saluran irigasi agar air tidak tergenang lagi, apalagi airnya tercemar limbah," tegasnya.
Baca Juga: Banjir Rendam 5 Desa di Kabupaten Mojokerto Imbas Hujan Lebat
Senada dengan Rukhatun, Rozikin (40) menjelaskan banjir disebabkan oleh luapan irigasi yang tidak mampu menampung air saat hujan deras. Ia menyebutkan, fenomena ini sudah terjadi sejak empat tahun terakhir. Setiap musim hujan, Dusun/Desa Mojoranu selalu terdampak banjir.
"Setelah ada pembangunan perumahan dan rel kereta, aliran air justru lari ke sini, padahal dulu saluran irigasi itu meluap dan mengalir ke persawahan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pohon Tumbang di Mojokerto Timpa Mobil hingga Kabel PLN
Prediksi BMKG Hari Ini 6 Desember 2024: Mojokerto Diguyur Hujan Lebat
Remuk! Truk Isuzu di Mojokerto Tabrak Pembatas Jalan
Banjir Rendam 5 Desa di Kabupaten Mojokerto Imbas Hujan Lebat
BPBD: 24 Desa di Kabupaten Mojokerto Terendam Banjir, Ribuan Jiwa Terdampak
Tebing Longsor Timpa Bocah Saat Memancing di Sungai Sumber Dandang Mojokerto