Kabar Mojokerto - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Letusan hebat yang terjadi pada Selasa sore (17/6) hingga Rabu pagi (18/6), memaksa otoritas setempat menutup sejumlah ruas jalan dan mengevakuasi warga termasuk pasien dari fasilitas kesehatan.
Menurut data yang dihimpun Kabarmojokerto.id, erupsi yang terjadi pada pukul 17.35 WITA pada Selasa sore menyemburkan kolom abu vulkanik hingga 10 kilometer ke udara. Aktivitas vulkanik ini memicu kenaikan status gunung dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV), level tertinggi dalam sistem peringatan gunung api.
Kepulan abu tebal tidak hanya terlihat dari Kabupaten Flores Timur, tetapi juga terpantau hingga ke Kabupaten Lembata dan Sikka. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, letusan susulan tercatat terjadi dua kali pada Rabu dini hari, masing-masing pukul 03.18 dan 06.41 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter dari puncak.
Baca Juga: Kenalan Lewat Facebook, Pria Asal Sidoarjo Gondol Motor Pacar di Mojokerto
Sebagai langkah cepat, Polda NTT mengambil tindakan preventif dengan menutup akses jalan dari Maumere menuju Larantuka. Penutupan dilakukan melalui koordinasi antara Polres Flores Timur dan Polres Sikka.
"Kami pastikan personel kami hadir di lapangan untuk memberikan edukasi, pengamanan, dan memastikan keselamatan masyarakat," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6).
Selain menutup jalan, Satuan Lalu Lintas dan personel Polsek Wulanggitang turut meningkatkan patroli serta melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat di sekitar kawasan rawan. Masyarakat diminta untuk mengenakan masker dan menghindari area dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi serta 8 kilometer untuk wilayah sektoral yang berpotensi terkena aliran material vulkanik.
Tak hanya berdampak pada infrastruktur dan lalu lintas, letusan juga mengganggu pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, sejumlah pasien yang tengah dirawat di Puskesmas Boganatar terpaksa dievakuasi untuk menghindari paparan abu dan potensi gangguan kesehatan lain. Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Sikka dan BPBD Sikka.
Para pasien tersebut dipindahkan ke Puskesmas Beru di Kecamatan Alok Timur, sementara warga sekitar, termasuk balita, ibu hamil, dan lansia dibawa ke tempat pengungsian di Kota Maumere.
Baca Juga: Mojokerto Hari Ini 18 Juni 2025 Diselimuti Cuaca Cerah Berawan
Hujan abu bercampur kerikil dilaporkan mengguyur wilayah Kecamatan Talibura, membuat visibilitas terganggu dan laju kendaraan melambat. Untuk mencegah risiko pernapasan, BPBD bersama PMI telah membagikan masker secara massal kepada warga.
Pihak Badan Geologi melalui PVMBG mengingatkan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan erupsi lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas, dan tidak melakukan aktivitas dalam radius yang telah ditentukan