peristiwa

Pemuda di Mojokerto Kirim WA ke Keluarga Sebelum Lompat dari Jembatan, Begini Isinya

Jumat, 8 November 2024 | 12:29 WIB
Petugas mengevakusi pemuda di Mojokertk yang meloncat dari jembatan Ngerame ke Sungai Brantas. (Deni Lukmantara)

Kabar Mojokerto - Seorang pemuda di Mojokerto nekat melompat dari jembatan ke Sungai Brantas. Diduga, ia berniat untuk bunuh diri, namun gagal dan terjatuh.

Sebelum melompat, pemuda tersebut sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) kepada keluarganya.

Peristiwa tersebut terjadi di Jembatan Sungai Brantas, Desa Ngerame, Kecamatan Pungging, Mojokerto, tepat di bawah jembatan. Pemuda yang melompat itu berinisial DTP (20), warga Desa Randubangu, Mojokerto.

Baca Juga: Geger Pemuda di Mojokerto Lompat dari Jembatan, Sempat Dikira Tewas

Beruntung, DTP berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup. Saat ini, ia tengah menjalani perawatan di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto.

Kapolsek Pungging AKP Selimat hingga saat ini belum dapat memastikan motif pemuda yang nekat melompat dari jembatan ke Sungai Brantas. Hal ini disebabkan karena korban masih menjalani perawatan dan belum dapat dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA).

"Dari keluarga, dia hanya meninggalkan pesan bahwa dia ingin mengakhiri hidupnya," ujar AKP Selimat kepada wartawan, Jumat (8/11/2024).

Selain itu, korban juga menyampaikan permintaan maaf kepada ibunya melalui pesan tersebut. Berikut isi pesan yang dikirim korban kepada ibunya:

Baca Juga: Terekam CCTV, Komplotan Maling Gagal Curi Motor di Mojokerto

"Sepurane buk, anakmu lanang iki wes dadi beban. Senengane ngeyel, dikandani, saiki aku wes nyerah karo urip sing ora ono perubahan iki. Sepurane buk. Tenang ae, dosane sampeyan kabeh sekeluarga karo wong sing aku kenal bakal tak pikul kabeh, supaya kabeh ora duwe dosa, isih iku mung iki tok. Pon kulo pamit."

(Artinya: "Maaf buk, anakmu laki-laki ini sudah menjadi beban. Suka menyangkal jika dinasehati, sekarang aku sudah menyerah dengan hidup yang tidak ada perubahan ini. Maaf buk. Tenang saja, dosanya kamu dan seluruh keluarga akan saya tanggung, agar semuanya tidak memiliki dosa, ini saja yang bisa saya lakukan. Sudah saya pamit.")

Chat WA korban kepada keluarga. (Deni Lukmantara)

Dalam pesan lain, korban juga menuliskan:

Halaman:

Tags

Terkini