Pesan Soekarno Kala Mengunjungi Sekolah di Mojokerto, Penting untuk Generasi Muda!

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Minggu, 16 Maret 2025 | 15:17 WIB
 Presiden Soekarno dan rombongan berkunjung ke daerah Tarutung dalam rangka kunjungan kerja ke pulau Sumatera, 14 Juni 1948. Dalam gambar tampak Presiden Soekarno berkeliling dengan menggunakan mobil. (sumber : kepustakaan-presiden.pnri.go.id)
Presiden Soekarno dan rombongan berkunjung ke daerah Tarutung dalam rangka kunjungan kerja ke pulau Sumatera, 14 Juni 1948. Dalam gambar tampak Presiden Soekarno berkeliling dengan menggunakan mobil. (sumber : kepustakaan-presiden.pnri.go.id)

 

Yuhan menyampaikan, Soekarno kecil harus belajar keras agar tidak dianggap remeh orang lain, terutama anak Eropa yang sekolah bersamanya. Tidak jarang dirinya harus belajar hingga menjelang fajar dengan menggunakan lampu penerangan dari lentera atau nyala lilin.

Baca Juga: Kisah Bupati Mojokerto yang Berani Tolak Ajakan Presiden

Tidak lupa Soekarno juga menyampaikan bila dirinya sering kali duduk-duduk di Alun-alun Kota Mojokerto yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Kabupaten Mojokerto. Kegiatan nongkrong yang kadang dilakukan sambil bermain adu jangkrik.

 

Dalam kesempatan ini, Soekarno berpesan kepada para siswa.

 

"Djangan dikira djika engkau sudah tammat sekolah menengah sudah tjukup ilmu pengetahuan. Biar engkau sudah menjadi profesor, master of rech (mr), dokter, insinyur sekalipun, pengetahuan tentang ilmu itu masih dapat ditambah. Sebab itu beladjarlah dengan tiada henti-hemtinya".ujar Soekarno seperti yang dikutip oleh surat kabar "Pemandangan" yang terbit pada Senin, 19 Mei 1958.

 

"Tetapi Indonesia tidak membutuhkan orang-orang yang hanja mempunjai ilmu pengetahuan sadja. Biarpun orang itu pinter sampai botak kepalanja dan meskipun otaknja bagaikan satu perpustakaan jang mengumpulkan ilmu pengetahuan kalau dia tidak bisa berusaha memakai kepintarannja itu untuk kepentingan tanah air dan bangsa, manusia itu tidak ada gunanja ", jelasnya.

 

Setelah pidato di pendopo, Presiden Soekarno kemudian melanjutkan acaranya. Di alun-alun Mojokerto telah menunggu ribuan manusia yang memenuhi tiap sudutnya.

 

Ribuan masyarakat tak hanya datang dari Kota dan Kabupaten Mojokerto, mereka datang dari berbagai daerah untuk bisa mendengar orasi pemimpin yang dicintainya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X