Kabar Mojokerto - Asal muasal nama Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto ternyata menyimpan cerita unik. Diambil dari legenda ayam jago yang sulit dikalahkan berasal dari timur.
Desa yang terletak sekitar 11,9 KM dari utara Kota Mojokerto ini menyimpan segudang sejarah, termasuk keberadaan candi sumur gantung. Nama Desa ini, diambil dari nama Berat dan Wetan (Timur).
Istilah nama tersebut, berasal dari legenda yang berkembang di kalangan masyarakat setempat mengisahkan dua orang murid yang diberikan tugas oleh guru mereka untuk membuka hutan dan mendirikan sebuah pemukiman. Tugas ini ternyata sangat erat kaitannya dengan ayam jago yang legendaris.
Baca Juga: Cerita Singkat Pembangunan Studam Lengkong, Cikal Bakal Beridirinya Dam Rolak Songo
Menurut penuturan Sukanan, seorang warga setempat, cerita ini bermula dari dua murid yang diutus oleh gurunya untuk turun dari Gunung Pucangan di Jombang. Mereka diberi tugas untuk mencari tempat yang cocok untuk pemukiman, dengan syarat utama, tempat tersebut harus memiliki sumber mata air.
"Sebelumnya, gurunya berpesan kepada kedua murid itu, terserah tempatnya di mana, asalkan terdapat sumber mata airnya," ujar Sukanan saat ditemui di rumahnya, pada (30/12/2024).
Kedua murid pun mulai menjalankan tugasnya. Setibanya di kaki gunung, mereka berpisah untuk mencari sumber mata air. Salah satu murid menemukan sumber mata air di Candi Sumur Gantung yang kini terletak di Desa Berat Wetan, sementara yang lainnya menemukan sumber mata air di Sendang Made, Jombang.
Setelah beberapa waktu menjalani tugas mereka, kedua murid itu akhirnya bertemu kembali. Mereka pun saling menceritakan penemuan mereka. Selain menemukan mata air, keduanya juga menemukan ayam jago yang khas dari masing-masing wilayah. Ayam jago yang ditemukan di Sumur Gantung berwarna hitam, sementara yang ditemukan di Sendang Made berwarna kuning.
Akhirnya, kedua murid itu mengadakan sebuah pertarungan sabung ayam antara ayam jago mereka. Ayam jago dari Sumur Gantung berhasil menang. Namun, murid yang menemukan Sendang Made tidak terima atas kekalahan ayam jagonya. Dengan menggunakan kesaktiannya, ia mengubah gong menjadi ayam jago dan mengadu kedua ayam tersebut lagi. Kali ini, ayam jago dari Sendang Made berhasil mengalahkan ayam dari Sumur Gantung.
Baca Juga: Legenda Candi Sumur Gantung Mojokerto, Bukti Cinta Pejabat Majapahit kepada Putri Raja Bulu Ketigo
Merasa tidak puas dengan hasil tersebut, murid yang menemukan Sumur Gantung pun menggunakan kesaktiannya untuk mengubah paron (palu besar) menjadi ayam jago. Dalam adu ayam yang ketiga, ayam jago dari Sumur Gantung yang terbuat dari paron berhasil mengalahkan ayam jago dari Sendang Made.
Namun, keajaiban terjadi setelah pertarungan ketiga. Kedua ayam tersebut akhirnya berubah kembali menjadi wujud asalnya, yakni gong dan paron. Dari sinilah asal usul nama "Sendang Made" muncul. Nama "Made" yang berarti palsu diberikan karena murid yang menemukan Sendang Made diketahui telah menggunakan sihir untuk mengubah gong menjadi ayam jago.
Di sisi lain, ayam jago dari Sumur Gantung yang tak terkalahkan, serta berasal dari wilayah timur (wetan), akhirnya memberi nama pada desa ini, yaitu Berat Wetan sebuah nama yang menggambarkan ketangguhan ayam jago dari desa tersebut yang sulit dikalahkan.
Hingga kini, legenda ayam jago wiring kuning dari Sumur Gantung masih hidup dalam ingatan masyarakat. Bahkan, sebagian orang percaya bahwa keturunan ayam jago tersebut masih ada. Beberapa waktu lalu, ada yang mengklaim menemukan ayam jago wiring kuning dari Sumur Gantung. Dikatakan bahwa ayam tersebut sangat perkasa, bahkan mampu mengalahkan lima ayam sekaligus dalam satu hari.
Artikel Terkait
Sejarah dan Asal Usul Tari Mayang Rontek Mojokerto
Sejarah dan Legenda Desa Penanggungan
Ada Bunker Peninggalan Belanda di GPIB Immanuel Mojokerto, Apa Funsinya?
Legenda Candi Sumur Gantung Mojokerto, Bukti Cinta Pejabat Majapahit kepada Putri Raja Bulu Ketigo
Cerita Singkat Pembangunan Studam Lengkong, Cikal Bakal Beridirinya Dam Rolak Songo