Anggaran Terancam Dipangkas, Rehabilitasi Puluhan Sekolah Rusak di Mojokerto 2025 Tertunda

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Selasa, 18 Februari 2025 | 11:10 WIB
Genteng dan plafon berserekan di lantai. Kayu-kayu penopang genteng juga patah bas ambruk.  (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Genteng dan plafon berserekan di lantai. Kayu-kayu penopang genteng juga patah bas ambruk. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Rehabilitasi puluhan sekolah yang rusak di Kabupaten Mojokerto tertunda. Kondisi tersebut akibat efensiensi anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Transfer daerah tahun 2025 dan dana alokasi umum (DAU) terancam dipangkas. 

Setidaknya terdapat 48 sekolah di Kabupaten Mojokerto yang rencananya akan direhabilitasi pada tahun 2025. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai pelaksanaannya.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mojokerto, Indi Ilmiyah menyampaikan pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan rehabilitasi sekolah di tingkat TK, SD, dan SMP.

Baca Juga: SMAN 1 Kutorejo di Mojokerto Tanamkan Pendidikan Karakter Berbasis Majapahit

Pantauan di SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/1/2024), 4 atap ruangan yang ambruk berada di sisi timur. (Muhammad Lutfi Hermansyah )

“Sampai saat ini, belum ada informasi yang jelas apakah anggaran untuk rehabilitasi sekolah akan dipangkas atau tidak. Karena semuanya masih ditunda, dan kami belum tahu kapan keputusan akan keluar,” ujar Indi Ilmiyah pada Senin (17/2/2025).

Ia menjelaskan pengadaan rehabilitasi sekolah yang tercantum dalam Rencana Kerja (Renja) 2025 dan telah dialokasikan dalam APBD belum dapat dilaksanakan. Padahal, proyek tersebut seharusnya bisa dimulai pada awal tahun 2025. Indi juga belum dapat memastikan apakah anggaran untuk rehabilitasi gedung sekolah pada tahun ini akan terpotong atau tidak.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Kampus Terbaik di Mojokerto

"Rencana Kerja tahun 2025 tetap seperti yang direncanakan, dan belum ada perubahan. Namun, kami masih menunggu instruksi mengenai apakah anggaran kami akan dipotong atau ditunda, dan sampai sejauh ini belum ada kepastian terkait hal itu," tambahnya.

Ia menambahkan, jumlah lembaga pendidikan yang akan direhabilitasi dapat berubah, baik bertambah maupun berkurang, tergantung pada instruksi yang akan diterima. “Ada beberapa proyek rehabilitasi sekolah yang sudah mendapatkan izin untuk dilaksanakan, namun ada juga yang masih menunggu instruksi untuk dilaksanakan,” kata Indi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan dari Kabupaten Mojokerto untuk tahun ini masih dalam tahap pembahasan.

“Saat ini kami masih melakukan pemetaan anggaran, dan anggaran pendidikan tetap akan berada di atas 20 persen dari total APBD,” tegas Teguh Gunarko.

Baca Juga: Sekolah Libur 1 Bulan Selama Ramadhan? Ini Penjelasan Kemenag Mojokerto

Berdasarkan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tahun 2024, anggaran pendidikan yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Mojokerto mencapai Rp 533.105.143.189, yang mana minimal 20 persen dari APBD.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Merayakan Hari Valentine Menurut MUI

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:48 WIB

Apa Itu Tarhib Ramadhan? Simak Penjelasannya di Sini

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:42 WIB

Doa Nabi Adam untuk Dibaca di Malam Nisfu Syaban

Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:57 WIB

Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab

Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:00 WIB

Kemenag Akan Susun Standarisasi Rumah Ibadah di SPBU

Selasa, 18 November 2025 | 11:41 WIB
X