Secara etimologis, istilah “Bhayangkara” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti tangguh, kuat, atau dapat juga dimaknai sebagai pasukan pengawal elite.
Pasukan khusus Bhayangkara dibawah komando Gajah Mada tersebut merupakan pasukan elit yang dimiliki oleh Kerajaan Majapahit. Dalam sepak terjangnya, pasukan Bhayangkara pernah menyelamatkan Prabu Jayanagara.
Kala itu, pasukan dikelompokkan berdasarkan keahlian dalam startegi perang. Misalnya, keahlian pedang, tombak, martial arts atau ilmu kanuragan alias tenaga dalam dan telik sandi.
Pasukan Bhayangkara selain menjadi pasukan khusus atau pasukan elit, juga merupakan pasukan yang berada di barisan paling depan dengan dilengkapi senjata dan menjadi pasukan pengawal raja atau saat ini setara dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-79, Polres Mojokerto Kota Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
Perkembangan Kepolisian pada Masa kolonial Belanda
Pada masa pejajahan Belanda, sistem keamanaan dibentuk lebih terstruktur. Pasukan keamanan diambil dari orang-orang pribumi yang diseleksi secara ketat. Sebab, pasukan ini ditugaskan untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu.
Kepolisian modern Hindia Belanda terus berkembang antara tahun 1897-1920. Satuan inilah yang menjadi cikal bakal dari lahirnya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.
Baca Juga: Begini Kekompakan TNI-Polri di Mojokerto Saat Olahraha Bersama
Artikel Terkait
Ribuan Warga Ramaikan Senam Sehat Menyongsong HUT Kabupaten Mojokerto ke-732
AKP Galih Yasir Mubaroq Jabat Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota
Jelang Hari Bhayangkara ke-79, Polres Mojokerto Kota Sabet 3 Penghargaan Pelayanan Publik
Sambut HUT Bhayangkara ke-79, Pelayanan Samsat Keliling dan Cek Kesehatan Gratis Hadir di CFD
AKBP Herdiawan Arifianto Jadi Kapolres Mojokerto Kota Gantikan AKBP Daniel Somanonasa Marunduri