Biaya Sekolah SMA di Mojokerto pada Awal Kemerdekaan

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Rabu, 16 Juli 2025 | 14:13 WIB
Ilustrasi Siswa SMA (ANTARA FOTO)
Ilustrasi Siswa SMA (ANTARA FOTO)

Kabar Mojokerto - Pada awal kemerdekaan Indonesia, tidak banyak orang yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya lembaga pendidikan serta faktor biaya.

Menurut pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq, tercatat ada dua sekolah SMP di Mojokerto pada awal kemerdekaan. Pertama, SMPN 1 Kota, yang sebelumnya bernama Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Kedua, SMPN 2 Kota Mojokerto yang menempati bekas gedung Europeesche Lagere School (ELS).

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Mojokerto, belum ada lembaga pendidikan tingkat SMP. “Mereka yang lulus SD harus pergi ke kota agar bisa melanjutkan sekolahnya. Maka dapat dipastikan hanya orang kaya yang bisa membiayai pendidikan anaknya,” kata Yuhan dalam sebuah artikelnya.

Baca Juga: Bupati Hapus Tradisi Sembah Jongkok di Mojokerto

Begitu pula dengan jenjang SMA, yang saat itu belum ada di Mojokerto. Bagi warga Mojokerto yang ingin menyekolahkan anaknya ke jenjang SMA, harus pergi ke Surabaya atau Malang.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendirikan sebuah yayasan pendidikan. Lembaga nirlaba tersebut diberi nama Yayasan Pendidikan Umum Mojokerto.

“Secara khusus, Yayasan Pendidikan Umum Mojokerto diberi tugas untuk mendirikan sekolah lanjutan tingkat atas atau SMA di Mojokerto,” papar Yuhan.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Mojokerto ini menyebutkan, SMA pertama di Mojokerto menempati Gedung Balai Prajurit, atau yang juga dikenal dengan nama Gedung Bhineka Tunggal Ika.

Mayoritas pengurus yayasan merupakan para pejabat, karena inisiasi pendiriannya datang dari Bupati Ardi Sriwidjaja, yang sekaligus bertindak sebagai ketua yayasan.

Belum diketahui pasti tahun berdirinya yayasan tersebut. “Sangat dimungkinkan yayasan tersebut berdiri sekitar pertengahan tahun 1950-an,” ujarnya.

Berdirinya SMA di Mojokerto ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebab, biaya sekolah menjadi lebih terjangkau. Namun, secara umum, biaya sekolah masih terhitung mahal bagi kebanyakan warga Mojokerto.

Baca Juga: Mengenal Raden Pandji Soeroso, Tokoh Penggerak Koperasi yang Disemayakan di Mojokerto

Lantas, berapa biaya sekolah SMA di Mojokerto saat itu, pada awal kemerdekaan?

Yuhan menjelaskan, surat kabar Djawa Post (DP) pernah memuat informasi mengenai pembiayaan sekolah SMA di Mojokerto pada 16 Juli 1960. Saat itu, disebutkan bahwa SMA Mojokerto mengeluarkan pengumuman penerimaan murid baru untuk tahun ajaran yang dimulai pada Agustus 1960.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X