Biaya Sekolah SMA di Mojokerto pada Awal Kemerdekaan

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Rabu, 16 Juli 2025 | 14:13 WIB
Ilustrasi Siswa SMA (ANTARA FOTO)
Ilustrasi Siswa SMA (ANTARA FOTO)

Pendaftaran dibuka mulai tanggal 12 Juli 1960 di (Jawatan) PP & K, Kantor Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di Kompleks Kantor Bupati Mojokerto.

Masih menurut Yuhan, setiap pendaftar dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp10,-. Bagi mereka yang diterima, akan dikenakan iuran bulanan sebesar Rp50,- yang harus dibayar di muka.

“Jika kita bandingkan dengan nilai uang saat ini, angka Rp10,- itu setara dengan sekitar 100–200 ribu rupiah. Dengan demikian, sumbangan pendidikan bulanannya sekitar 500 ribu hingga 1 juta rupiah,” ungkapnya.

Ia berpandangan bahwa biaya sekolah tersebut terbilang mahal di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Namun, angka itu masih lebih murah dibandingkan jika harus menyekolahkan anak ke Surabaya.

Baca Juga: Riwayat Letusan Gunung Lewotobi, Paling Parah Tahun 1921

“Karena itu, keberadaan SMA Mojokerto yang kelak menjadi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) pertama di Mojokerto mendapat sambutan hangat dari masyarakat,” paparnya.

Belum ada sumber yang mengetahui secara pasti kapan SMA pertama di Mojokerto berdiri. Penelusuran di internet hanya menemukan bahwa pada tahun 1960, hanya ada satu SMA di Mojokerto, yaitu SMA Gatoel.

SMA Gatoel sendiri kini telah berubah menjadi SMAN Puri Mojokerto. Lokasinya terletak di Dusun Gatoel, Kecamatan Puri, berbatasan langsung dengan Kota Mojokerto.

“Dari SMA tersebut kemudian berdiri satu sekolah lagi yang dinamakan SMPP, Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan, yang sekarang menjadi SMAN Sooko Mojokerto,” jelas Yuhan.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X