"Banyak perempuan yang merasa hubungan tersebut sudah tidak sehat lagi, dan mereka memilih untuk mengambil langkah tegas untuk keluar dari situasi yang sulit," jelas Farhan.
Baca Juga: Polres Mojokerto Ungkap 59 Kasus Kriminal dan Tangkap 81 Tersangka Selama Operasi Pekat Semeru 2025
Tren Penurunan di Tengah Bulan Ramadan
Farhan juga mengungkapkan bahwa meskipun fenomena perceraian di awal tahun terlihat signifikan, angka permohonan cerai biasanya akan menurun pada pertengahan tahun, terutama mulai bulan Maret hingga Juni. Hal ini salah satunya disebabkan oleh bulan Ramadan, di mana banyak pasangan memilih untuk menunda keputusan perceraian guna melakukan evaluasi diri.
"Pada bulan Maret ini, biasanya permohonan cerai akan menurun drastis. Banyak pasangan yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk introspeksi diri sebelum memutuskan untuk berpisah,” ujar Farhan.
Artikel Terkait
Kasus Stunting di Kota Mojokerto Diklaim Turun Drastis, Kini Terisa 1,54 Persen
Perkiraan Waktu Terjadinya Lailatul Qadar pada bulan Ramadan 2025? Simak Keutamaannya
Polres Mojokerto Ungkap 59 Kasus Kriminal dan Tangkap 81 Tersangka Selama Operasi Pekat Semeru 2025
Pemkab Mojokerto Teken Komitmen Anti-Korupsi dan Peningkatan Kinerja ASN Tahun 2025
Polisi Bongkar Pabrik Uang Palsu di Mojokerto, 8 Orang Ditangkap