Kabar Mojokerto- Program Bedah Rumah Swadaya (BRA) 2025 Pemkot Mojokerto menyentuh 136 rumah tak layak huni. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 3 miliar.
Penyalurahan tahap pertama, Dinas PUPRPerakim melakukan sosialisasi bagi para calon menerima manfaat. Sosialisasi yang dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) ini dilaksanakan di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (13/6).
Ning Ita menyampaikan, tujuan bantuan BRS ini untuk memberikan hunian yang layak bagi warga Kota Mojokerto.
“Meskipun sudah ada jaminan berobat gratis, tidak ada satu pun dari kita yang ingin sakit. Semua ingin sehat, dan salah satu penentunya adalah lingkungan tempat tinggal,” kata Ning Ita.
Baca Juga: Pemkot Mojokerto Tegas Perangi Pungli di PPDB 2025, Ning Ita: Tidak Ada Toleransi!
Ia juga menjelaskan, masing-masing penerima manfaat akan memperoleh dana sebesar Rp 21 juta. Rinciannya, Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp3,5 juta untuk upah tukang.
Namun, bagi warga yang mampu mengerjakan perbaikan rumahnya secara mandiri, anggaran upah tersebut bisa dialihkan untuk menambah pembelian material.
“Ini bentuk stimulus dari pemerintah. Kalau ada warga yang memiliki tabungan atau mendapatkan dukungan dari sumber lain, bisa digunakan untuk menambah kualitas pembangunan. Jadi ada keleluasaan dalam pemanfaatannya,” terangnya
Artikel Terkait
Nama PIM di Mojokerto Berubah Jadi Museum Majapahit, Menteri Fadli Zon Ungkap Alasannya
Fadli Zon Resmikan Galeri Soekarno Kecil di Kota Mojokerto
Ditarget 10 Besar di Ajang Porprov 2025, KONI Kota Mojokerto Digelontor Dana Hibah Rp 6,5 Miliar
Anggaran Rp 3,5 Miliar Digelontorkan Pemkab Mojokerto untuk Rehabilitasi Dua Kantor OPD