Kabar Mojokerto - Puluhan pemuda diamankan polisi di Mojokerto. Mereka dicegat langsung di sejumlah titik perbatasan akses masuk ke Kota Mojokerto. Pengamanan ini bersamaan dengan pengesahan anggota baru PSHT di Mojokerto.
Mereka ditengarai sebagai penggembira yang akan menyaksikan pengesahan di Gedung Sarana Olahraga Krapyak Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/7/2024) malam. Padahal, sebelumnya sudah ada imbauan untuk tidak menggelar konvoi dan menyaksikan acara terdebut baik dari Pemda maupun kepolisian.
Ratusan personel dari TNI dan Polri diterjunkan untuk melakukakan pengamanan di sejumlah titik akses masuk ke Kota maupun Kabupaten Mojokerto.
Al hasil, sebanyak 73 pemuda dan 17 unit sepeda motor tak sesuai spesifikasi teknis (spektek) diamankan dan dijatuhi sanksi tilang.
Kasat Samapta Polres Mojokerto AKP Anang Leo mengatakan, puluhan pemuda yang diamankan itu mengatasnamakan diri sebagai pesilat PSHT. Seluruhnya mengendarai sepeda motor dan sebagian mengenakan atribut PSHT. Mereka diamankan di sejumlah titik perbatasan akses masuk ke wilayah Kota Mojokerto.
“Informasinya begitu (pesilat), sebagian besar PSHT,” katanya, Rabu (10/7/2024).
Baca Juga: Serang Anggota PSHT di Mojokerto, 4 dari 6 Pelaku Berstatus Pelajar dari Perguruan Lain
Menurut Anang, pengamanan itu dilakukan untuk mencegah gesekan dengan masyarakat maupun anggota perguruan lain di jalan. Sebab, konvoi anggota PSHT kerap memicu bentrokan.
Artikel Terkait
Ribuan Warga PSHT Unjuk Rasa di Depan Polres Mojokerto Kota Tuntut Kasus Penganiayaan
Lima Masyarakat Sinoman Gang 5 Kota Mojokerto Terluka Usai Diserang Massa Perguruan Silat PSHT
Korban Penyerangan Rombongan PSHT di Permukiman Kota Mojokerto Lapor Polisi
Serang Anggota PSHT di Mojokerto, 4 dari 6 Pelaku Berstatus Pelajar dari Perguruan Lain