Hingga tanggal 5 April, luas lahan yang sudah dipanen mencapai 817 Ha, dengan total gabah petani yang diserap oleh Bulog mencapai 1.945,778 ton.
"Kami ingin menjadi pionir dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan dan inovatif, sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: Lapas Mojokerto Panen Ratusan Kg Lele Segar, Proses Rehabilitasi Warga Binaan Dukung Ketahanan Pangan
Panen raya ini menunjukkan menjadi kolaborasi baik antara pemerintah daerah, petani serta masyarakat. Sehingga pencapaian dalam sektor pertanian dapat diraih, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Dengan semangat dan komitmen yang kuat, Kabupaten Mojokerto siap melangkah maju, berkontribusi dalam meningkatkan produksi padi dan mewujudkan kemandirian pangan untuk masa depan yang lebih baik," pungkas Gus Barra.
Artikel Terkait
Harga Cabai Melonjak, Petani di Mojokerto Terpaksa Panen Dini
Panen Jagung, Polres Mojokerto Hasilkan 10 Ton Per Hektare
Bulog Janji Akan Serap Jagung Petani Mojokerto Sesuai HPP, Ini Syaratnya
Bulog Akan Beli Jagung Petani di Mojokerto Rp 5.500 per Kg
Bupati Mojokerto Paparkan 5 Program Prioritas untuk Pembangunan 2026 yang Lebih Maju