Kabar Mojokerto-Sudarwo (38) pria keji asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tega menghabisi nyawa Abid Yuliandi Muyafa (38), lantaran kesal melihatnya kasar sama ibu angkat.
"Motifnya sakit hati, tersangka pernah melihat korban kasar kepada ibu angkatnya," ungkap Kapolres Polres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri saat konferensi pers, Senin (23/12).
Sebelum melakukan pembunuhan, lanjut Rudy, tersangka mengaku sempat membakar rumah korban pada September 2024 lalu.
"Usai dibakar, Pemkot sempat memberikan bantuan terhadap korban, sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi," ujarnya.
Kepada wartawan, Sudarwo, juga mengaku sempat mencari korban di rumahnya, selama 2 bulan. Ia mengaku, hanya satu kali menyaksikan korban berbuat kasar terhadap ibu angkatnya. Dengan cara, berkata kasar dan mendobrak pintu.
Selain itu, Sudarwo juga mengaku sakit hati karena sempat dijauhi korban.
"Dia itu teman dekat saya, sering saya beri rokok dan makanan, tiba-tiba menghindar dari saya," ujar Sudarwo
Hal tersebut lah, yang memantik tersangka melakukan tindakan keji ini. Tersangka membunuh korban dengan cara menusuknya menggunakan pisau sangkur komando, pada Selasa, 31 Oktober 2024, sekitar pukul 04.00 WIB.
Hasil autopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, mengungkapkan Abid tewas dengan 6 luka tusukan di perut dan dada. Diketahui luka tusuk masing-masing selebar 2-4 cm.
Jasad Abid, pria malang yang tinggal di Jalan Merapi 5, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini, ditemukan oleh seorang pencari ikan di kebun jeruk Lingkungan Balongcangkring 2, Kelurahan Pulorejo, pada Sabtu, 2 November 2024, sekitar pukul 11.00 WIB.
Artikel Terkait
Pembunuh Pria di Kebun Jeruk Mojokerto Berpindah-pindah Tempat Selama Buron, Jadi Kuli-Jual Cilok
Sebelum Dibunuh di Kebun Jeruk Mojokerto, Abid Sempat Diajak Minum Pelaku
Pembunuh Abid di Kebun Jeruk Mojokerto Terancam Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Pria di Mojokerto Tewas Diduga Ditusuk Pisau Adik Kandung