hukum-kriminal

Bantu Aborsi Pasangan Selingkuh, SPG Rokok di Mojokerto Divonis 9 Bulan Penjara

Selasa, 14 April 2026 | 18:27 WIB
SPG Rokok di Mojokerto, Rahma Aulia keluar dari ruang usiai menjalani sidang pembacaan vonis. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Sesuai dakwaan, Aulia membeli 4 butir obat jenis cytotec yang didapat dari toko online atau marketplace seharga Rp 75 ribu per butir pada Oktober 2024. Ia membeli obat keras berbahaya itu setelah diminta bantuan oleh sepupunya, Faisal.

Namun, Faisal belum membayar pembelian obat tersebut kepada Aulia setelah diberikan. 

Kemudian Faisal memberikan 4 butir obat Cytotex kepada Makhmudah pada 28 Oktober 2024. Makhmudah mulai mengonsumsi Cytotec di rumahnya pada 30 Oktober 2024. Karena belum ada reaksi, ia kembali menggunakan obat keras berbahaya tersebut pada 2 November 2024.

Dua hari kemudian, Makhmudah mengalami keguguran. Saat itu, usia kehamilannya sekitar 4 bulan. Ia diantar kerabatnya berinisial YL ke bidan Desa Kuripansari. Setelah janinnya dikeluarkan, terdakwa menjalani perawatan di RS Mawaddah. Makhmudah meminta bantuan kerabatnya berinisial UF dan ST untuk mengubur janinnya.

Pulang dari rumah sakit, Makhmudah mengubur pakaian dan perlak bernoda darah di pekarangan belakang rumahnya pada 6 November 2024. Kejahatan yang tersimpan rapi, akhirnya terbongkar. Sebab warga menemukan makam janin di Pemakaman Dusun Sumberpiji, melapor ke polisi pada 29 Agustus 2025.

Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto meringkus Makhmudah di rumahnya pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Di hari yang sama, polisi menangkap Faisal di Jalan Raya Simpang 3 Taman Mojosari, Mojokerto sekitar pukul 22.30 WIB. Ketika tengah malam, giliran Rahma yang dijemput polisi di rumahnya.

Dari hasil tes DNA, janin tersebut anak biologis dari terdakwa Faisal dan Makhmudah.

Halaman:

Tags

Terkini