hukum-kriminal

Polisi Tangkap 3 Remaja Anggota Gangster di Mojokerto Usai Viral Hendak Tawuran

Kamis, 10 Oktober 2024 | 08:56 WIB
3 remaja anggota gangster di Mojokerto diamnkan Polsek Puri. (Dok. Polsek Puri)

Kabar Mojokerto - 3 anggota kelompok gangster di Mojokerto berhasil diamankan oleh polisi setelah video mereka yang hendak tawuran viral di media sosial. Tragisnya, mereka semua adalah anak di bawah umur.

Ketiga remaja tersebut adalah RY (18) warga Desa Sambilawang, MW (16) warga Desa Puri, dan RW (15) warga Desa Plososari, Kecamatan Puri, Mojokerto.

Kapolsek Puri, AKP Sugeng, menjelaskan bahwa RY dan MW ditangkap lebih dulu di depan Alfamart di Jalan Raya Desa Kintelan, pada Rabu (9/10/2024) sekitar pukul 02.30 WIB. Penangkapan tersebut dilakukan saat Polsek Puri menggelar operasi blue light.

Baca Juga: Polisi Amankan 5 Remaja Anggota Gangster di Mojokerto, Aksi Lukai Korban dengan Sajam

“Berdasarkan informasi mengenai kedua remaja tersebut, anggota kami berhasil meringkus RW di kediamannya pada hari yang sama,” ungkap Sugeng.

Dari penangkapan ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu pedang sepanjang satu meter, dua pedang mainan dari paralon sepanjang 1,5 meter, serta empat ponsel.

“Mereka merupakan anggota kelompok gangster Allstars Majakartans,” tambahnya kepada Kabar Mojokerto pada Kamis (10/10/2024).

Sugeng menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari viralnya video yang menunjukkan aksi provokasi mereka terhadap kelompok lain. Kejadian tersebut berlangsung di depan Alfamart di Jalan Raya Desa Sawo, Puri, Mojokerto pada Minggu (3/10/2024) dini hari.

Baca Juga: Gengster Resahkan Netizen Mojokerto, Ini Tindakan Polisi

“Mereka merekam aksi provokasi dengan membawa senjata jenis celurit dan menantang Geng Gukguk. Awalnya, provokasi ini terjadi di media sosial, namun saat bertemu, anggota Geng Gukguk justru masuk ke Alfamart,” terang Sugeng.

Salah satu anggota Allstars Majakartans merekam momen provokasi tersebut dan mengunggahnya ke media sosial, hingga video tersebut menjadi viral.

“Pada saat kejadian, terdapat 14 orang, tetapi yang berhasil ditangkap hanya tiga orang. Kami masih mencari yang lainnya,” jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan bahwa aksi gangster ini merupakan bentuk kenakalan remaja yang ingin mencari pengakuan. Namun, ia juga menyatakan bahwa sebagian dari kelompok ini hanya sekadar ikut-ikutan.

“Ini murni kenakalan remaja, karena mereka ingin diakui dan dianggap berkuasa. Jika sampai ada ideologi tertentu, saya rasa tidak ada,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini