Menurut Sodi, ruas jalanan ini kerap dilintasi oleh truk bermuatan berat juga. Seperti muatan batu tensla, pasir atau bahkan truk molen.
Ia menjelaskan, terdapat gorong-gorong tua terbuat dari bebatuan dibawah jalan yang ambles. Pihaknya menduga rapuhnya gorong-gorong mengakibatkan badan jalan tak kuat menahan bebas hingga kemudian ambles.
Sebelum ambles, ketinggian lajur utara dan selatan terlihat tak sama dan terlihat sedikit retakan, tetapi tak terlalu ketara. Kondisi ini sudah terlihat berbulan-bulan lalu.
Bahkan warga setempat sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait. Namun belum ditindak lanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
"sudah dilaporkan tapi enggak direspon. Di laporkan ke pihak PU enggak direspon karena belum ada bukti yang nyata atas kerusakannya," ungkapnya Sodi.
Masih kata Sodi, Gorong-gorong tersebut dibangun sudah sejak 20 tahun silam. Saat itu, jalan atasnya dibangun menggunakan aspal. Sementara, ruas jalan Dusun Sumberaji itu dicor 10 tahun lalu.
"Pada waktu cor tidak ada perbaikan gorong-gorong terlebih dulu, langsung dicor jadi yang bikin ambruk itu kontruksinya tidak kuat," pungkasnya.
Baca Juga: Pemdes Tutup Mata Soal Jalan Poros Jatirejo - Trowulan Mojokerto Rusak Parah
Camat Jatirejo Harfendy Setiyapraja menuturkan, jalan yang ambles tersebut merupakan aset Pemkab Mojokerto. Ia juga menyebut, karena dilewati truk bukan faktor penyebab utama amblesnya jalan alternatif Jatirejo - Dlanggu.
Artikel Terkait
Seremnya Kerusakan Jalan Poros Desa di Kecamatan Trowulan
Kecelakaan di Jalan Sepi, Dua Pemotor Asal Mojokerto Dirawat Intensif
Tabrak Truk Parkir di Bahu Jalan Bypass Mojokerto, Biker CB 150R Tewas
Duh! Tumpukan Sampah Liar di Pinggir Jalan Mojokerto Dikeluhkan Warga
Jalan Poros Desa di Mojokerto Rusak Parah, Sering Picu Kecelakaan
Pemdes Tutup Mata Soal Jalan Poros Jatirejo - Trowulan Mojokerto Rusak Parah