Kasus Stunting di Kota Mojokerto Diklaim Turun Drastis, Kini Terisa 1,54 Persen

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Jumat, 14 Maret 2025 | 08:46 WIB
Rembug Stunting yang dilakukan di Sabha Mandala Madya Kantor Pemkot Mojokerto.  (Dok. Diskominfo Kota Mojokerto )
Rembug Stunting yang dilakukan di Sabha Mandala Madya Kantor Pemkot Mojokerto. (Dok. Diskominfo Kota Mojokerto )

“Angka stunting di Kota Mojokerto mengalami penurunan yang signifikan karena sudah bertahun-tahun melakukan upaya kolaboratif dan sinergi,” ujarnya.

“Tidak hanya diselesaikan oleh Dinkes, tetapi hasil kolaborasi bersama. Saya menyebutnya sebagai tugas keroyokan,” imbuhnya.

Sosok yang lekat disapa Ning Ita menandaskan, Rembug Stunting akan terus dilakukan sepanjang stunting belum habis.

“Kita harus men-challenge diri kita untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota New Zero Stunting. Jangan sampai ada lagi bayi-bayi yang dilahirkan di Kota Mojokerto ini mengalami stunting. Apa muncul prevalensi stunting baru,” tandasnya.

Menurutnya, menurunkan angka stunting merupakan bagian dari tugas bersama.

“Bagaimana membangun Indonesia dari kota kecil ini dengan cara menyiapkan SDM unggul yang bebas stunting,” pungkasnya.

Rembug Stunting diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, kepala OPD, PKK, camat, dan lurah se-Kota Mojokerto.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB
X