“Angka stunting di Kota Mojokerto mengalami penurunan yang signifikan karena sudah bertahun-tahun melakukan upaya kolaboratif dan sinergi,” ujarnya.
“Tidak hanya diselesaikan oleh Dinkes, tetapi hasil kolaborasi bersama. Saya menyebutnya sebagai tugas keroyokan,” imbuhnya.
Sosok yang lekat disapa Ning Ita menandaskan, Rembug Stunting akan terus dilakukan sepanjang stunting belum habis.
“Kita harus men-challenge diri kita untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota New Zero Stunting. Jangan sampai ada lagi bayi-bayi yang dilahirkan di Kota Mojokerto ini mengalami stunting. Apa muncul prevalensi stunting baru,” tandasnya.
Menurutnya, menurunkan angka stunting merupakan bagian dari tugas bersama.
“Bagaimana membangun Indonesia dari kota kecil ini dengan cara menyiapkan SDM unggul yang bebas stunting,” pungkasnya.
Rembug Stunting diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, kepala OPD, PKK, camat, dan lurah se-Kota Mojokerto.
Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.
Artikel Terkait
Turunkan Stunting, Bupati Mojokerto Edukasi Ibu Balita Melalui Program Sehati
Program SEHATI DAN SEJOLI Komitmen Bupati Mojokerto Turunkan Stunting dan Sukseskan Lansia Mandiri
Bonus Rp 6 M untuk Pemkab Mojokerto yang Sukses Turunkan Stunting Jadi 2,33%
Aplikasi Tumbas Milik Pemkab Mojokerto Raih Top Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan RB