Pasangan perlu memahami bahwa rasa marah yang timbul saat menopause pada istri bukan tentang dirinya, tetapi karena gejala yang dialami.
Pada kondisi ini, sebaiknya jangan ikut marah atau memaksakan kehendak. Sebaliknya, beri pengertian pada istri bahwa menopause adalah hal yang normal terjadi dan bisa diatasi.
3. Utarakan perasaan masing-masing
Komunikasi yang baik sangat penting ketika gejala menopause mulai timbul. Meski harus memberi dukungan, pasangan sebaiknya tidak menganggap dirinya hanya sebagai tempat pelampiasan amarah sang istri.
Jika dirasa perilaku istri sudah sangat berlebihan, pasangan bisa mengungkapkan perasaan yang dialami. Namun, sebaiknya, hal ini dilakukan secara baik-baik dan jelas agar bisa lebih mudah dipahami oleh istri.
4. Pahami kapan kondisi sudah menjadi serius
Sama seperti sebelumnya, walau harus pengertian terhadap gejala menopause yang sedang dialami oleh istri, pasangan sebaiknya menyadari kapan kondisi sudah menjadi sangat parah.
Hal ini bisa ditandai dengan perubahan kebiasaan dan gejala depresi pada istri.
Artikel Terkait
Tak Perlu Repot Antre, RSUD RA Basoeni Mojokerto Sediakan Jasa Kurir Obat
Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Skincare yang Tepat dan Aman untuk Kulit
Klinik dr Handi Resmi Beroperasi, Siap Layani Masyarakat Mojokerto
6 Kebiasaan Sehat Rasulullah SAW yang Cocok Diterapkan di Gaya Hidup Modern
Awas Jangan Salah, Ini Daftar 96 Pinjol yang Terdaftar OJK
RSUD Soekandar Mojokerto Gelar Seminar Kesehatan dan Resmikan Klinik Estetika Khusus Kecantikan