“Target awal dapat medali saja ,bisa emas,bisa perak atau perunggu. Kenapa begitu? karena atlet debutan semua. Yang senior hanya satu,” ujarnya.
Baca Juga: KONI Kabupaten Mojokerto Tak Pede Bisa Masuk Peringkat 10 Besar Porprov 2025
Alasan lain menurunkan atlet debut juga karena ada penguruangan kategori kelas dari pengurus provinsi. Kategori kelas light contact dan kick light ditiadakan dalam ajang Porprov Jatim tahun ini.
“Kelas light contact dan kick light tidak dipertandingkan. Sdangkan atlet kita banyak yang bermain dikelas tersebut. Jadi kita menurunkan atlet debut sesuai kelas yang dipertandingkan,” kata Susilo.
Artikel Terkait
Dua Atlet Kick Boxing Kabupaten Mojokerto Raih Emas dan Perak di Ajang Piala Wali Kota Kediri 2023
Ditarget 10 Besar di Ajang Porprov 2025, KONI Kota Mojokerto Digelontor Dana Hibah Rp 6,5 Miliar
Kabupaten Mojokerto Berangkatkan 323 Atlet ke PORPROV IX Jawa Timur, Incar Prestasi Lebih Tinggi
Ricuh Final Futsal Porprov Jatim Malang vs Surabaya, Hector Souto: Contoh Memilukan