Jika harus membeli baterai asli, harganya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per unit. Dana perbaikan diambil dari dana BOS reguler secara bertahap sesuai kemampuan keuangan sekolah. Hingga saat ini, sekitar 31 unit Chromebook telah berhasil diperbaiki dan bisa digunakan kembali.
Penggunaan Chromebook sendiri dinilai cukup praktis oleh sekolah karena ringan, cepat untuk browsing, dan cocok untuk sistem pembelajaran daring.
"Kendala teknis hampir tidak ada, tapi memang untuk dokumen Microsoft Office kita arahkan ke Lab 1 yang menggunakan PC," katanya.
Ia menambahkan, keunggulan Chromebook juga mendukung pembelajaran proyektor di tiap kelas yang telah menjadi rutinitas. Siswa mengerjakan tugas-tugas berbasis digital, termasuk desain dan pengolahan dokumen, melalui perangkat masing-masing.
"Pemanfaatan sudah maksimal, kami fokus agar perangkat ini benar-benar mendukung kegiatan belajar dan tidak jadi beban," pungkasnya.
Baca Juga: MPLS Sudah Ada Sejak Era Kolonila Belanda, Ini Manfaatnya Bagi Siswa Baru
SMPN 6 menjadi satu-satunya sekolah negeri tingkat SMP di Kota Mojokerto yang memperoleh bantuan Chromebook dalam jumlah besar.
Berdasarkan data Kemendikbud tahun 2022, sekolah-sekolah di Kota Mojokerto yang menerima bantuan Chromebook antara lain:
-
SDN Miji 1
-
SDN Surodinawan
-
SMP Islam Plus Al-Azhar
-
SMPN 6 Kota Mojokerto
-
SMP Mambaul Ihsan
-
SMAS Taman Siswa
-
SMA Darul Quran
Artikel Terkait
Panduan dan Juknis MPLS 2025 untuk Jenjang SD, SMP dan SMA
MPLS Sudah Ada Sejak Era Kolonila Belanda, Ini Manfaatnya Bagi Siswa Baru
Cara Mudah Cek Bantuan Program Indonesia Pintar untuk Siswa Mojokerto
Program Indonesia Pintar 2025: Ini Besaran Bantuan dan Jadwal Pencairannya