Catatkan Rekor MURI Mewarnai Batik Terpanjang dan Peserta Terbanyak, Kota Mojokerto Dipuji Sandiaga Uno

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 19:43 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Manparekraf) RI Sandiaga Unu ikut menggoreskan warna batik dengan kain terpanjang di Kota Mojokerto.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Manparekraf) RI Sandiaga Unu ikut menggoreskan warna batik dengan kain terpanjang di Kota Mojokerto.

Kabar Mojokerto - Kota Mojokerto berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan mewarnai batik terpanjang dan melibatkan peserta terbanyak. Dalam acara tersebut, ribuan peserta berpartisipasi mewarnai kain batik sepanjang 5.053 meter.

Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini mendapat pujian dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno, yang hadir bersama Pejabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono.

Pemecahan rekor MURI ini melibatkan 10.106 relawan dari berbagai kalangan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) serta pelajar dari jenjang SMP hingga SMA/SMK.

Baca Juga: Batik Kota Mojokerto Mejeng di Jakarta Fashion Week 2024

Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka memberikan sentuhan warna pada kain batik yang dibentangkan di sepanjang Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Mayjen Sungkono pada Selasa (15/10/2024). Mereka mewarnai 29 motif batik khas Kota Mojokerto.

Acara ini digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-79 Provinsi Jawa Timur. Selain pemecahan rekor MURI, juga diadakan showcase produk-produk hasil inkubasi Kemenparekraf, yang mencakup enam subsektor, yaitu desain arsitektur dan interior, desain komunikasi visual, desain produk, desain kriya, serta desain fashion, yang dipamerkan di halaman Rumah Rakyat Kota Mojokerto.

Piagam penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh perwakilan MURI, Ari Andrian, kepada Pejabat Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro. Momen tersebut disaksikan oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno, dan Pejabat Gubernur Jatim, Adhy Karyono.

“Hari ini, kami secara resmi mencatat 10.106 peserta dan panjang kain yang dibentangkan adalah 5.053 meter. Ini adalah pencapaian luar biasa dan menjadi bagian dari penggerak perekonomian di Kota Mojokerto,” kata Ali Kuncoro.

Selain pemecahan rekor MURI, acara ini juga meluncurkan kawasan kuliner halal di Sky Walk Alun-alun Kota Mojokerto, serta Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggah (RPU) yang bersertifikasi halal. Di samping itu, diluncurkan pula aplikasi marketplace Mojo Sadean.

“Dari kegiatan ini, kami berharap ada dampak yang berkelanjutan. Kami ingin merawat tradisi luhur dan memperkuatnya dengan sentuhan kreasi dan inovasi,” tambah Ali Kuncoro.

Sandiaga Uno mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemkot Mojokerto, menekankan pentingnya dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Saya sangat senang berkumpul di Kota Mojokerto. Inovasi adalah kunci dalam ekonomi kreatif, dan Mojokerto layak mendapatkan perhatian sebagai kota terinovatif se-Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program inkubasi dan produk di Kota Mojokerto melengkapi industri kreatif di Jawa Timur dan mengajak masyarakat untuk menciptakan produk karya kreatif guna membuka peluang usaha.

“Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengikuti jejak Kota Mojokerto,” tutup Sandiaga Uno.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X