Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan membangun kembali dua rumah yang rusak berat akibat ledakan besar di kediaman Aipda Maryudi, warga Dusun/Desa Sumolawang, Puri. Setiap rumah akan menerima bantuan dana sebesar Rp 75 juta.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra), saat melakukan kunjungan ke lokasi kejadian. Gus Barra, yang juga terpilih sebagai Bupati Mojokerto periode 2025-2030, meninjau langsung rumah Aipda Maryudi dan M Khodi yang hancur akibat ledakan yang terjadi dua hari sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Barra didampingi oleh Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, Dandim 0815 Letkol Inf Rully Noriza, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko. Ia juga menemui Khodi dan sembilan pemilik rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat ledakan tersebut.
Baca Juga: TNI-Polisi Gotong Royong Perbaiki Rumah Warga Terdampak Ledakan di Mojokerto
Gus Barra memberikan santunan berupa uang dari kantong pribadinya kepada Khodi, yang baru saja kehilangan istri, Luluk Sudarwati (40), dan anaknya, M Alkausar Kaffabihi (Kaffa, 2 tahun), dalam kejadian tersebut. Selain itu, bantuan berupa sembako, kasur lipat, serta peralatan makan dan masak juga diberikan kepada sembilan keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan.
"Pemkab Mojokerto akan segera memulai pembangunan ulang dua rumah yang rusak parah menggunakan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) DPRKP2. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 75 juta sesuai dengan hasil asesmen kebutuhan yang telah kami lakukan. Insyaallah, pembangunan dimulai besok," ujar Gus Barra kepada wartawan pada Rabu (15/1/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra mewakili Pemkab Mojokerto menyampaikan rasa duka cita kepada Khodi dan memberikan semangat agar ia tetap tabah. Ia juga berdoa untuk almarhumah Luluk dan Kaffa. "Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait untuk memberikan dukungan psikologis atau trauma healing kepada keluarga yang terdampak," tambahnya.
Untuk rehabilitasi sembilan rumah yang rusak ringan dan sedang, prosesnya akan ditangani oleh Polres Mojokerto, Kodim 0815, serta Baznas Kabupaten Mojokerto. Baznas saat ini sedang melakukan asesmen untuk menghitung kebutuhan material, sementara aparat kepolisian dan tentara akan memberikan bantuan tenaga kerja.
Berdasarkan keterangan warga setempat, ledakan yang terjadi pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 09.00 WIB berasal dari dapur rumah Aipda Maryudi. Ledakan ini menghancurkan hampir 95% rumahnya dan merusak sekitar 60% rumah milik Luluk Sudarwati serta sembilan rumah warga sekitar dengan kerusakan ringan hingga sedang.
Baca Juga: Bhayangkari Mojokerto Salurkan Bantuan untuk Kelurarga Terdampak Ledakan di Mojokerto
Selain kerusakan materiil, ledakan tersebut juga mengakibatkan tewasnya Luluk dan anaknya, Kaffa, yang meninggal akibat kekurangan oksigen setelah tertimpa reruntuhan. Setelah dilakukan autopsi di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, kedua jenazah tersebut dimakamkan pada Senin sore (13/1/2025). Luluk diketahui merupakan sepupu dari Aipda Yudi.
Beruntung, saat ledakan terjadi, Aipda Yudi bersama istrinya, Fatmah, sedang tidak berada di rumah, begitu pula kedua anaknya yang sedang bersekolah. Aipda Yudi sendiri diamankan oleh Propam Polres Mojokerto dari lokasi kejadian pada pukul 11.47 WIB pada hari yang sama.
Artikel Terkait
Polres Mojokerto Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban Ledakan
Terbongkarnya Belasan Makam Palsu di Mojokerto, Diduga untuk Cari Untung
Terekam CCTV, Pedagang bensin di Mojokerto Meregang Nyawa Usai Dihantam Motor Saat Menyeberang
Bhayangkari Mojokerto Salurkan Bantuan untuk Kelurarga Terdampak Ledakan di Mojokerto
TNI-Polisi Gotong Royong Perbaiki Rumah Warga Terdampak Ledakan di Mojokerto