Kabar Mojokerto - Warga Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, dihebohkan dengan kemunculan uap panas berbau belerang dari retakan tanah. Fenomena ini membuat resah warga karena khawatir mengandung gas beracun.
Lokasi kemunculan asap dan uap panas tersebut terletak di tepi Jalan Blooto-Pulorejo, tidak jauh dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Kota Mojokerto. Warga setempat menyadari hal tersebut setelah aroma menyengat tercium pada Senin (16/12/2024) siang.
“Baunya seperti belerang,” kata Ketua RW 01 Lingkungan Trenggilis, Mulyono, kepada wartawan di lokasi, Senin (16/12/2024).
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Tinjau Banjir di Mojokerto, Pastikan Kecukupan Logistik untuk Warga Terdampak
Mulyono menyebutkan jika ini bukan pertama kalinya uap panas tersebut muncul. Menurutnya, sejak banjir melanda lingkungannya tiga hari lalu, uap panas dan kepulan asap sudah muncul. Bahkan, akibat kemunculan uap panas tersebut, beberapa hewan di sekitar lokasi ditemukan mati.
“Ikan-ikan, ular, dan katak mati di situ, kelihatan mati semua. Begitu banjir surut, uap panas ini muncul,” ujarnya.
Namun demikian, ia tidak bisa memastikan apa penyebab fenomena tersebut. Ia menduga semburan uap panas tersebut masih ada kaitannya dengan bekas sumur bor yodium yang berada di sekitar lokasi. Namun, kegiatan eksplorasi tersebut sudah lama berhenti.
Baca Juga: Banjir di Dua Desa Mojokerto Mulai Surut, Warga Bersihkan Rumah
“Masyarakat berharap fenomena ini segera ditangani. Kalau benar-benar beracun, jelas ini berbahaya. Asapnya menyebar ke lingkungan,” tambahnya.
Fenomena alam tersebut menarik perhatian warga. Hingga sore tadi, banyak warga yang berbondong-bondong menyaksikan kejadian ini. Nampak pula warga yang mengenakan masker karena bau yang menyengat.