peristiwa

Puskesmas dan Pemdes Ngingasrembyong Mojokerto Gotong Royong Fogging Pascabanjir

Sabtu, 21 Desember 2024 | 19:04 WIB
Petugas melalukan fogging di Desa Ngingasrembyong, Sooko, Mojokero pascabanjir. (Dok. Puskesmas Sooko)

 

Kabar Mojokerto- Dua unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Ngingasrembyong, Sooko, Mojokerto melalukan fogging. Pengasapan dilakukan karena terjadi peningkatan populasi nyamuk pascabanjir dan mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) pascabanjir. 

 

Fogging menyasar Dusun Pendowo dan Pesanggrahan, Sabtu (21/12/2024). Tim krisis bencana kesehatan dari UPTD Puskes Sooko dan Tawangsari bersama Babinsa, relawan Punokawan Mojopahit, perangkat desa dan tokoh masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan ini.

 

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan,  Desa Ngingasrembyong terendam banjir selama sepekan lebih. Namun, seiring dengan surutnya genangan air, muncul serbuan nyamuk yang meningkat drastis.

 

“Dari dampak banjir kemarin, warga resah karena populasi nyamuk meningkat. Sehingga, puskesmas berkerjasama dengan pemdes setempat untuk melalukan fogging,” kata  Dokter Ulum.

Baca Juga: Relawan Gotong Royong Bersihkan Fasum Imbas Banjir di Mojokerto

Ia menyampaikan, kegiatan fogging dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran penyakit menular pascabanjir. Terutama yang disebarkan melalui nyamuk aedes aegepty. Seperti DBD maupun chikungunya.

 

“Di puskesms sudah tersedia alat fogging dan SDM serta relawan kesehatan yang sudah kami latih. Untuk saat ini, fogging masih bisa dilakukan puskesmas setempat. Kami tetap kontrol cara penggunaan pestisidanya supaya sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini