Kabar Mojokerto - Rumah milik Aipda Maryudi yang meledak pada hari Senin (13/1/2025) di Desa Sumolawang, Puri, Mojokerto, menyisakan cerita tentang kebaikan dan kepedulian pria ini terhadap tetangga-tetangganya. Anggota Polsek Dlanggu ini dikenal sebagai sosok yang ramah, penuh perhatian, dan selalu siap membantu siapapun yang membutuhkan.
Kebaikan Aipda Maryudi ini diceritakan oleh Mbah Sonik, pemilik warung kopi yang berlokasi tepat di depan rumahnya.
"Pak Maryudi itu orangnya blater (suka menyapa) dengan siapa saja. Rumahnya yang berada persis di depan warung saya sering jadi tempat ngopi, terutama kalau warung saya penuh. Teras rumahnya pun sering dipakai untuk ngopi, dan Pak Maryudi tidak pernah marah, malah mempersilakan. Sosoknya sangat ramah," ujar Mbah Sonik dengan senyuman.
Baca Juga: Petugas Damkar Amankan Monyet Ekor Panjang yang Mengganggu Warga Mojokerto
Cerita serupa juga disampaikan oleh Mbak Wiwik Farida, yang rumahnya hanya berjarak satu rumah dari rumah Aipda Maryudi. Mbak Wiwik mengungkapkan jika Aipda Maryudi tidak pernah ragu untuk menolong tetangga yang membutuhkan, bahkan tanpa diminta.
Misalnya, saat ada yang sakit dan membutuhkan antar-jemput ke rumah sakit, Aipda Maryudi selalu siap membantu. Ketika diberi uang untuk mengganti biaya bahan bakar, Aipda Maryudi selalu menolaknya dengan halus.
"Kami kadang merasa tidak enak, Pak, karena setelah menolong, Pak Maryudi selalu menolak imbalan yang kami berikan," ungkap Mbak Wiwik dengan rasa terharu.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Bangun Kembali Dua Rumah Rusak Akibat Ledakan
Keikhlasan Aipda Maryudi membuat banyak orang terkesan. Warga Desa Sumolawang pun berharap situasi segera kembali kondusif setelah peristiwa meledaknya rumah tersebut. Saat ini, Aipda Maryudi masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Jatim untuk mendalami penyebab ledakan yang terjadi di rumahnya.
Kebaikan hati dan ketulusan Aipda Maryudi menjadi kenangan indah bagi warga sekitar, yang berharap ia segera mendapatkan solusi terbaik atas musibah yang menimpanya.