peristiwa

Penyebab Perempuan di Mojokerto yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Diduga Karena Depresi

Jumat, 14 Februari 2025 | 10:38 WIB
Relawan mengevakuasi pempuan berinsial NA (31) yang menabrakkan diri ke kereta api di perlintas Desa Karangkedang, Sooko, Mojokerto. (Istimewa)

 

Kabar Mojokerto- Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Perempuan di Mojokerto berinsial NA (31) menabrakkan diri ke kereta api di perlintas Desa Karangkedang, Sooko, Mojokerto, Jumat (14/2/2025). Korban nekat bunuh diri karena diduga depresi.

Kapolsek Sooko AKP Saiful Isro memastikan korban atas nama NA warga Desa Dusun Gambuhan, Desa Modongan, Sooko, Mojokerto.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 03.30 WIB suami korban JL, mencarinya karena tidak berada di rumah. Lalu, JL mendengar kabar ada seseorang meninggal dunia di perlintas kereta api Desa Kedawang sekitar pukul 07.00 WIB.

Mendengar kabar tersebut, JL lantas mendatangi lokasi. Di sana, didapati sejumlah polisi dan relawan    serta mobil ambulan. Posisi korban di parit bawah rel kereta api dalam kondisi meninggal dunia. JL memastikan bahwa korban adalah istrinya.

“Suami korban menyatakan yang meninggal adalah istri korban yang bernama NA,” kata Isro, Jumat (14/2/2025). 

Baca Juga: Perempuan di Mojokerto Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Isro, awalnya korban mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox nopol S 5185 V. Korban berhenti di tepi jalan lalu naik ke rel kereta api di perlintasan Desa Karangkedawang.

“Meninggalnya korban akibat dari bunuh diri dilakukan dengan cara menabrakan diri ke kereta api,” ungkapnya.

Akibat tertabrak kereta, korban terpental sejauh 25 meter hingga tubuhnya masuk ke dalam parit tepi jalan.

Isro menyebut, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menbrakkan diri ke kereta api karena depresi. Namun, ia tak merinci penyebab korban depresi.

“Perbuatan korban tersebut diduga karena depresi yang dialaminya sejak 3 bulan yang  lalu,” terangnya.

Baca Juga: Diduga Mengantuk Saat Berkendara, Wanita di Mojokerto Tewas Usai Tabrak Pagar Masjid

Tim identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto bersama Polsek Sooko telah melakukan olah TKP di  lokasi kejadian. Jezah korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Tags

Terkini