Baca Juga: Asal Usul Desa Sooko Mojokerto, Pusat Peradaban Kuno dari Era Majapahit ke Masa Kini
Dalam berita itu disebutkan bahwa ditemukan 80 petani menunggak pinjama di Bank Desa Sidomulyo, Jagalan dan Suronatan.
“Dari hasil pendekatan didapatkan fakta bahwa benar para debitur itu meminjam uang di Bank Desa. Tetapi mereka menyebut saat meminjam itu sesungguhnya mereka tidak sedang dalam kondisi benar-bemar membutuhkan uang,” ungkap Yuhan.
Lantas buat apa para petani meminjam di Bank Desa?
Kepada mantri Loemboeng, para petani mengaku meminjam uang karena diperintah oleh lurahnya. Setelah cair Bank Desa, uang pinjaman selanjutnya diserahkan pada lurah.
“Oleh karena itu dia (petani)?menolak mengangsur karena senjatinya mereka tidak menggunakan uang tersebut,” terang Yuhan.
Berbekal pengakuan para petani, mantri Loemboeng mengklarifikasi pada lurah yang bersangkutan.
“Lurah menyebut bila uang pinjaman atas nama petani itu digunakan untuk taruhan alias berjudi,” kata Yuhan.
Kredit macet menyebabkan kerugian negara. Total uang yang diambil lurah secara tidak sah sejumlah f. 450 atau rata-rata f. 150. Sebagai ukuran besarnya uang tersebut dapat dibandingkan dengan gaji seorang mantri guru saat itu hanya mengantongi f. 25/bulan.
“Dengan kewenangan besar yang dimiliki akan sangat mudah bagi para pejabat untuk mengeruk uang demi kepentingannya sendiri,” jelas Yuhan.
Baca Juga: Jadi Bahan Olok-olakan, Desa Kesiman Gemblung di Mojokerto Ganti Nama
Hasil investigasi terhadap kasus kredit macet yang menyeret beberapa oknum lurah di Mojokerto ini dilaporkan Bupati Kromodjojo Adinegoro. Bupati Kromodjojo langsung naik pitam setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi
“Para Lurah ada yang harus menerima hukuman. Setidaknya ada Lurah Penompo yang dipecat sebagai lurah oleh Bupati Kromodjojo,” kata Yuhan.
Setelah ditemukan penyelewengan keuangan yang cukup besar, Lurah Penompo diperintahkan menghadap pada Bupati Kromodjojo.
Dari kasus ini, tak heran jika pada zaman modern ini ada pejabat negara yang bermain dalam pusaran judi. Misalnya, Tahun 2024 kita pernah disuguhi berita tentang Gubernur Papua yang hobby judi di Singapura, Lukas Enembe.
Artikel Terkait
Mengenal Raden Pandji Soeroso, Tokoh Penggerak Koperasi yang Disemayakan di Mojokerto
Bupati Hapus Tradisi Sembah Jongkok di Mojokerto
Biaya Sekolah SMA di Mojokerto pada Awal Kemerdekaan
Mengenal Sosok RA Basoeni yang Menjadi Nama Jalan dan RS di Mojokerto
Daftar Nama Kapolres Mojokerto dari Masa ke Masa