"Secara fisik, ayam tersebut kecil, namun sangat tangguh. Tidak bisa menegok, tetapi jika menengok, seluruh tubuhnya mengikuti. Ini mungkin karena asalnya dari paron (palu besar) yang keras," ungkap Sukanan.
Baca Juga: Ada Bunker Peninggalan Belanda di GPIB Immanuel Mojokerto, Apa Funsinya?
Bahkan, hingga saat ini, masih banyak penghobi sabung ayam yang berharap bisa mendapatkan keturunan dari ayam jago legendaris tersebut. Sukanan sendiri, yang juga merupakan juru pelihara Candi Sumur Gantung, mengaku sering didatangi oleh orang-orang yang mencari ayam jago tersebut.
"Orang-orang yang datang bertanya tentang ayam jago wiring kuning, saya selalu jawab dengan sedikit gurauan, 'Semua ayam peliharaan saya adalah keturunan ayam Sumur Gantung. Setiap hari mereka tidur di atas area sumur'," tuturnya sambil tertawa.
Artikel Terkait
Sejarah dan Asal Usul Tari Mayang Rontek Mojokerto
Sejarah dan Legenda Desa Penanggungan
Ada Bunker Peninggalan Belanda di GPIB Immanuel Mojokerto, Apa Funsinya?
Legenda Candi Sumur Gantung Mojokerto, Bukti Cinta Pejabat Majapahit kepada Putri Raja Bulu Ketigo
Cerita Singkat Pembangunan Studam Lengkong, Cikal Bakal Beridirinya Dam Rolak Songo