Siasat Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tak Tergilas di Era Serba Digital

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Selasa, 22 April 2025 | 13:01 WIB
Public Affairs Manager PT Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, menyampaikan strategi perusahaan menghadapi era digital dalam acara Halalbihalal bersama insan media, Senin (21/4/2025). (M Lutfi Hermansyah)
Public Affairs Manager PT Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, menyampaikan strategi perusahaan menghadapi era digital dalam acara Halalbihalal bersama insan media, Senin (21/4/2025). (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto – Era digitalisasi memicu turunnya penggunaan kertas. Aktivitas baca-tulis kini banyak dilakukan tanpa kertas, menyusul maraknya aplikasi digital berbasis gawai.

Para pelaku usaha dan industri kertas pun harus memutar otak untuk bertransformasi agar tidak tergerus di tengah disrupsi. Salah satunya adalah pabrik kertas PT Tjiwi Kimia.

Public Affairs and License Manager PT Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, mengatakan bahwa saat ini bukanlah masa keemasan bagi industri kertas, seiring berkembangnya digitalisasi.

“Kertas semakin hari semakin tertinggal. Saat ini bukan zaman keemasan pabrik kertas tentunya,” ujarnya dalam acara Halalbihalal bersama insan media, Senin (21/4/2025).

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Matangkan Pengembangan Super Apps Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Oleh karena itu, Tjiwi Kimia berupaya melakukan transformasi agar tetap bertahan di era digital. Beny mendukung penerapan otomatisasi dalam proses internal perusahaan sebagai strategi menghadapi tantangan zaman.

“Kita belajar dari waktu, dari kebijakan-kebijakan. Di tempat kami, istilahnya sekolahnya meneger di tengah lautan. Ibarat dikejar ombak, di depan ada tsunami. Kalau kita diam, pasti terbelah. Tapi ketika kita bergerak, kita bisa harapan itu masih ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perusahaan telah menurunkan produksi kertas putih karena penggunaannya semakin menurun dan tergantikan oleh produk-produk digital. Alih-alih memproduksi kertas putih, kini Tjiwi Kimia lebih fokus pada produksi kertas cokelat.

Kertas cokelat yang dimaksud Beny adalah bahan dasar kardus untuk pengemasan barang (packaging). Ia melihat tren pertumbuhan kardus sempat meningkat seiring menjamurnya e-commerce.

Namun, belakangan ini industri kemasan berbahan kertas menghadapi persaingan ketat, bahkan mulai tergeser oleh kemasan berbahan plastik.

Baca Juga: iPhone 16 Resmi Dijual di Indonesia Hari Ini, Berikut Varian dan Harganya

“Hari ini, packaging kertas sedang hancur-hancuran. Karena semua pemain kertas beralih ke packaging,” tandas Beny.

Meski begitu, Beny menyebut masih ada kebutuhan kertas yang terus tumbuh. Ia mengatakan PT Tjiwi Kimia melakukan terobosan baru dengan memproduksi kertas ATM (putih) dan kertas medis. Pasar dunia untuk dua jenis kertas tersebut dinilai masih terbuka lebar.

“Alhamdulillah, sekarang satu mesin kami sudah mulai beroperasi dan produknya sudah diekspor ke negara-negara tujuan,” ujar Beny.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GTA 6 Dirilis November 2026, Ini Tanggalnya

Kamis, 5 Februari 2026 | 13:24 WIB

Penjelasan Telkomsel Soal Indihome Alami Gangguan

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:36 WIB

Komdigi Ancam Blokir Cloudflare Gegara Hal Ini

Kamis, 20 November 2025 | 11:22 WIB
X