Ia juga mendorong para pejabat untuk menjadikan retreat ini sebagai forum pertukaran gagasan dan refleksi kepemimpinan yang berdampak langsung pada publik.
Pelatihan ini disebut menjadi bagian dari desain besar reformasi birokrasi Mojokerto yang menekankan pada nilai-nilai karakter, bukan hanya kinerja administratif.
Baca Juga: Potret Proyek Jembatan Talunbrak di Mojokerto, Progres Capai 83 Persen
Bupati berharap, setelah retreat, lahir semangat baru yang lebih kuat dalam menyatukan langkah menuju pembangunan Mojokerto yang inklusif dan progresif.
"Kita tinggalkan rutinitas sejenak untuk menyatu sebagai tim, karena yang kita hadapi bukan sekadar pekerjaan, tapi masa depan masyarakat kita," tutupnya.
Artikel Terkait
Pesan Wali Kota Mojokerto di Hari Kemerdekaan: Kedaulatan Kunci Indonesia Emas
Wali Kota Mojokerto hingga DPRD Hadiri Undangan KPK, Bahas Soal Tata Kelelola Pemerintahan
Potret Proyek Jembatan Talunbrak di Mojokerto, Progres Capai 83 Persen
Soal Rencana Pemindahan Pusat Pemerintahan di Kabupaten Mojokerto, Akademisi Ingatkan Hal Ini
Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara Fakta atau Hoax?