Menaker Minta WNI Sabar dan Jangan Kabur ke Luar Negeri, Lapangan Kerja Sudah di Depan Mata!

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 08:00 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Foto: Ibnu/Bloomberg Technoz)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Foto: Ibnu/Bloomberg Technoz)

Kabar Mojokerto - Di tengah meningkatnya angka pengangguran, dua pejabat negara menyampaikan pandangan berbeda terkait solusi terbaik bagi masyarakat dalam mencari pekerjaan: bertahan dan menanti peluang dalam negeri, atau merantau ke luar negeri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau warga Indonesia untuk bersabar dan tidak buru-buru memilih bekerja ke luar negeri. Ia menegaskan berbagai proyek strategis nasional (PSN) yang digagas pemerintah akan segera membuka ribuan bahkan jutaan lapangan kerja baru di dalam negeri.

“Lapangan pekerjaan itu sebenarnya sudah ada di depan mata. Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi program prioritas seperti makan bergizi gratis yang melibatkan 50.000 satuan pendidikan, serta pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, yang tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja,” ujar Yassierli di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (2/7/2025).

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Gelar Roadshow Pasar Modal Syariah, Perkuat Ekonomi Umat

Ia juga menyebut bahwa sektor hilirisasi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi adalah bagian dari PSN yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyerap tenaga kerja di berbagai bidang, mulai dari pertanian, industri pengolahan, distribusi, logistik, hingga manajemen koperasi desa.

Berikut adalah beberapa sektor PSN yang disebut Menaker sebagai sumber lapangan kerja baru:

  • Program makan bergizi gratis: Membutuhkan tenaga dapur, logistik, pengemasan, dan pendistribusian di ribuan sekolah.

  • 80.000 Koperasi Desa Merah Putih: Membuka peluang bagi tenaga administrasi, akuntansi, pelatihan UMKM, serta pengelola koperasi di tingkat desa.

  • Proyek hilirisasi industri: Terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, membutuhkan tenaga kerja teknis dan operator.

  • Ketahanan pangan: Mendorong pembukaan lahan pertanian, penguatan distribusi hasil tani, dan penciptaan lapangan kerja di sektor agroindustri.

  • Ketahanan energi: Pengembangan energi baru dan terbarukan, termasuk proyek pembangkit listrik dan energi desa mandiri.

Tak hanya itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah bekerja sama dengan Kementerian Investasi agar setiap proyek investasi yang masuk ke Indonesia memperhatikan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Bahkan kami sudah menjalin MoU agar setiap investasi baru tidak hanya membawa modal, tetapi juga membuka lowongan kerja yang jelas bagi masyarakat,” imbuhnya, melansir Kompas.com.

Baca Juga: Update Tarif Listrik PLN Juli-September 2025, Berikut Rincian Tarifnya untuk 13 Golongan

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X