Dandi salah satu korban menegaskan awal peristiwa tersebut. Saat itu Dandi berboncengan dengan Jibril mengendarai motor Suzuki RC. Di belakang mereka ada Hadi yang mengikuti sendirian mengendarai sepeda Honda Ulung.
Ketiganya berjalan dari arah Pungging atau dari arah utara ke selatan hendak menuju warung milik ibu Dandi di Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, setelah nongkrong di kawasan Mojosari.
[irp posts="6452" ]
Dandi sehari-hari berjualan pisang goreng di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Sedangkan dua temannya itu belum bekerja.
Saat sampai di depan SDN Sekargadung 1, Kecamatan Pungging mereka berpapasan dengan iring-iringan motor pemuda. Rombongan itu terdiri lebih dari 20 orang yang berboncengan sekitar 11 motor.
"Ada yang teriak ini ta, ini ta? Tidak tahu maksudnya apa, mungkin maksudnya kami sasaran," kata Dandi di sela pemeriksaan di Mapolsek Pungging.
Gerombolan diduga gangster itu lantas menyerang ketiganya. Ada yang menendang dan memukul. Ada pula yang menyabetkan senjata tajam serta melemparkan pot bunga.
"Rata-rata mereka pakai jaket hitam, tidak tahu siapa mereka, tidak kenal," ucapnya.
Kanit Rekrim Polsek Pungging Ipda Kevin Ashabul Kahfi membenarkan hal. Namun belum bisa memberikan keterangan secara lengkap karena masih dalam proses pemeriksaan korban.
"Nanti kalau prosesnya sudah semua saya info," jawabnya singkat melalui pesan aplikasi perpesanan.