Kabar Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) menegaskan program Kota Sehat bukan sekadar ajang perlombaan semata, melainkan bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan tatanan kehidupan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam arahannya saat Sosialisasi 9 Tatanan Kota Sehat di Kelurahan Mentikan, Ning Ita menyampaikan, Kota Sehat adalah cerminan kinerja seluruh elemen kota yang berkolaborasi secara terus menerus.
"Kota Sehat bukan lomba. Ini adalah kerja nyata yang harus terus berjalan sepanjang waktu. Bukan hanya ketika ada penilaian, tapi seterusnya harus seperti ini," kata Ning Ita, Selasa (22/4).
Baca Juga: Ning Ita Optimis Pelaku Usaha di Kota Mojokerto Mampu Hadapi Dampak Tarif Impor AS
Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman semua pihak bahwa predikat Kota Sehat mencakup seluruh sektor kehidupan, bukan hanya di titik-titik tertentu.
Sebagai bentuk komitmen untuk menjadi kota sehat, Kota Mojokerto secara bertahapan memenuhi standar setiap tatanan mulai dari 5 tatanan, naik menjadi 7 tatanan, kemudian 9 tatanan, hingga nanti 13 tatanan kehidupan sehat.
Artikel Terkait
Tertinggi di Jatim, Pemkot Mojokerto Raih Nilai MCP 98,41 dari KPK
Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Digitalisasi E-Katalog dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Ning Ita Tekankan Pentingnya Tata Kelola Organisasi ke Muslimat NU Kota Mojokerto
Pemkab Mojokerto Matangkan Pengembangan Super Apps Layanan Publik dalam Satu Genggaman
Gus Barra Soroti Fenomena Atlet Mojokerto Wakili Daerah Lain