Ia menyampaikan, ada 84 lembaga SD-SMP baik negeri maupun swasta yang mendapat alokasi angaran Bosda tahun ini. Terdiri atas 44 SD negeri, 9 SD swasta, 9 Masrasah Ibtidaiyah (MI), 9 SMP negeri, 9 SMP swasta dan 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs).
“Ada sekolah yang memang tidak mengajukan karena mungkin sudah merasa mampu, seperti SMP TNH,” ungakap Ruby.
Tak hanya itu, lanjut Ruby, 3 TK Negeri juga mendapatkan angggaran Bosda tahun ini. Yakni TK Negeri Pembina Kota Mojokerto senilai Rp 141 juta, TK Negeri Pembina Kecamatan Prajurit Kulon Rp 126 juta dan TK Negeri Pembina Kranggan Rp 117,5 juta.
Jika ditotal, maka Bosda tahun ini menyasar 86 lembaga meliputi jenjang TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta.
Ia menjelaskan, Bosda yang diterima 3 TK tersebut dihitung berdasarkan jumlah siswa. Namun pemanfaatannya tetap sama.
“Penerimaan Bosda untuk 3 TK tahun ini tidak dihitung berdasarkan jumlah siswa. Pemanfatannya tetap sama seperti SD dan SMP,” katanya.
Anggaran Bosda dialokasikan untuk kegiatan yang tidak bisa di-cover oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN. Sebab, peruntukan BOS sudah ditentukannya. Misalnya, untuk menggaji guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap. Serta, untuk kebutuhan belajar mengajar hingga perawatan gedung sekolah.
Artikel Terkait
Dikbud Kota Mojokerto Geber Rehabilitasi 4 Sekolah Negeri, Telan Anggaran Rp 2,5 Miliar