Gus Barra menuturkan, beasiswa yang diberikan itu merupakan wujud dari komitmen Pemkab Mojokerto, demi terciptanya keadilan sosial dan kesetaraan dalam bidang pendidikan. Dengan adanya program beasiswa ini, ia berharap tak ada lagi anak-anak berprestasi yang putus sekolah atau terhambat proses pembelajarannya karena faktor ekonomi.
"Tidak boleh ada anak (Kabupaten) Mojokerto yang terhambat pendidikannya hanya karena keterbatasan ekonomi, sebab kecerdasan dan tekad tidak mengenal latar belakang," tuturnya
Baca Juga: Ribuan Guru TPQ di Mojokerto Terima Kenaikan Insentif
Sementara, kata Gus Barra, hibah lembaga keagamaan sendiri bertujuan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya tempat peribadatan.
Ia menghimbau kepada para ketua dan pemimpin lembaga keagamaan yang mendapatkan dana hibah agar bisa berperilaku proporsional dan maksimal dalam pemanfaatan dana hibah ini.
"pergunakanlah secara maksimal dan proporsional sesuai peruntukannya dalam menunjang kelancaran dan kekhusyukan dalam melaksanakan kegiatan ibadah pada tempatnya masing-masing" tandas Gus Bupati.
Artikel Terkait
Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten Mojokerto, Jaksa Tunggu Hasil Audit Inspektorat
Perkuat Pertanian dan Peternakan, Gus Barra Salurkan Bantuan Strategis untuk Petani Mojokerto
Pemkab Mojokerto Luncurkan 120 Kopdes Merah Putih untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa
Tingkatkan Mutu Pendidikan Keagamaan, Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp 3,9 Miliar ke 571 Madrasah