Mojokerto Terancam Dilanda Hujan Ekstrem Hingga 28 Februari

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Jumat, 21 Februari 2025 | 07:00 WIB
BPBD Kabupaten Mojokerto mengevakuasi pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang.  (Dok. BPBD Kabupaten Mojokerto. )
BPBD Kabupaten Mojokerto mengevakuasi pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang. (Dok. BPBD Kabupaten Mojokerto. )

Kabar MojokertoMojokerto, Jawa Timur, diprediksi akan menghadapi cuaca ekstrem dengan potensi hujan lebat yang berlangsung hingga 28 Februari 2025.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan jarak pandang, saat melansir Siaran Pers dari Official Instagram @infobmkgjuanda, Jumat, (21/2/2/2025).

Baca Juga: Lapas Mojokerto Tingkatkan Akses Pendidikan untuk Warga Binaan Melalui Program Kejar Paket

Penyebab cuaca ekstrem ini antara lain:

  1. Puncak Musim Hujan
    Beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Mojokerto, sedang berada pada puncak musim hujan, yang meningkatkan intensitas curah hujan secara signifikan.

  2. Aktifnya Monsun Asia
    Monsun Asia yang aktif saat ini membawa massa udara lembap, menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi di berbagai daerah, termasuk Mojokerto.

  3. Fenomena Gelombang Atmosfer Kelvin
    Gelombang atmosfer Kelvin yang terjadi menyebabkan peningkatan konveksi lokal, yang mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas yang lebih besar di beberapa titik.

  4. Kondisi Atmosfer yang Labil
    Kondisi atmosfer yang tidak stabil turut berperan dalam memicu terjadinya hujan lebat, angin kencang, serta potensi bencana hidrometeorologi lainnya.

Baca Juga: Demo Aliansi Madura Indonesia Desak Penutupan Pabrik Baja di Mojokerto, Tuding Penggelapan Pajak dan PHK Sepihak Tanpa Pesangon

Selain hujan lebat, kecepatan angin di Mojokerto diprediksi mencapai 30 knot (54 km/jam), yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di perairan sekitar serta berisiko menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan lainnya. BMKG Juanda juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah dengan topografi curam atau berbukit untuk lebih berhati-hati terhadap risiko tanah longsor.

BMKG Juanda menghimbau masyarakat untuk memantau kondisi cuaca terkini melalui radar cuaca WOFI yang tersedia di situs https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar serta mengikuti peringatan dini yang diumumkan melalui website dan media sosial @infobmkgjuanda.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi BMKG Juanda di telepon (031) 8668989 dan WhatsApp di 0895800300011.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X