Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang,” kata BMKG Juanda dalam pengumuman resminya di Instagram @infobmkgjuanda.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Pada wilayah dengan topografi curam seperti pegunungan dan tebing diharapkan lebih waspada terhadap potensi longsor. Selebihnya, mengimbau masyarakat agar senantiasa memantau perkembangan cuaca melalui citra radar di stamet-juanda.bmkg.go.id/radar serta peringatan dini cuaca yang diperbarui setiap 2-3 jam
Artikel Terkait
Banjir Bikin Aktivitas Sekolah di Desa Tempuran Mojokerto Terganggu
Wabup Mojokerto Tinjau Banjir di Dawarblandong, Fokus pada Kesehatan Warga Terdampak
Banjir di Mojokerto Rendam Rumah, Sekolah Hingga 65 Hektare Sawah
Pemkab Mojokerto Tindak Cepat, Siap Bangun Jembatan Sementara di Desa Wonodadi