Dua korban lain sudah ditemukan lebuh dulu dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah MLM (15), warga Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya dan YAI (15), warga Semolowaru Utara, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya.
YAI ditemukan oleh Tim SAR gabungan jarak sekitar 1 KM dari titik tenggelam sekitar pukul 07.38 WIB. Sementara, MLM ditemukan tak jauh dari posisi YAI sekitar pukul 08.47 WIB.
Ketujuh santri Ponpes Amantul Ummah Mojokerto bertolak ke Kota Batu menumpangi mobil rental pada Selasa, 7 April 2025. Hari berikutnya, mereka tiba di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Di lokasi, salah satu dari mereka memilih berada di tepi pantai. Sementara keenam rekannya berenang ke laut hingga terseret ombak.
Nasib baik masih menaungi dua santri karena selamat usai ditolong warga negara asing (WNA) asal Jerman, Helena Lindner, serta Rio Candra Hidayat, warga asal Kabupaten Probolinggo selaku pemandu wisata. Sedangkan tiga santri hilang terseret ombak sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Artikel Terkait
Jalur Pacet-Sendi Mojokerto Dibuka Pasca Longsor, Akses Menuju Batu Masih Ditutup
Kunjungan Wisata di Mojokerto Tak Terdampak Pasca Longsor
Dua Santri Mojokerto yang Terseret Arus Pantai Balekambang Malang Ditemukan, Pencarian Korban Ketiga Masih Berlanjut
Terduga Pelaku Begal Payudara Karyawati di Mojokerto Dikabarkan Ditangkap