Kabar Mojokerto - Di tengah sorotan publik atas dugaan penyalahgunaan fasilitas negara, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman muncul di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat sore (4/7/2025). Kedatangannya memicu spekulasi baru terkait skandal surat resmi permintaan fasilitas diplomatik untuk istrinya, Agustina Hastarini, yang tengah keliling ke Eropa.
Menteri UMKM tersebut tiba sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung disambut wartawan yang menunggu penjelasan atas surat resmi permintaan fasilitas diplomatik kontroversial yang beredar luas di media sosial. Ia mengklaim kedatangannya ke KPK adalah bentuk inisiatif pribadi, bukan karena panggilan resmi dari lembaga antirasuah tersebut.
"Saya datang secara sukarela. Saya ingin menyerahkan beberapa dokumen yang, saya harap, bisa menjernihkan isu yang menyeret nama saya dan keluarga," ujar Maman, saat melansir Blomberg Technoz.
Baca Juga: Viral Surat Kunker ke Luar Negeri Istri Menteri UMKM, Kedubes Diminta Kawal
Ia meminta waktu untuk menyampaikan dokumen yang disebut-sebut berkaitan dengan perjalanan sang istri, yang disebut-sebut menggunakan jalur diplomatik untuk urusan non-dinas.
Skandal ini bermula dari beredarnya surat dengan kop resmi Kementerian UMKM, bernomor B-466/SM.UMKM/PR.012025, tertanggal 30 Juni 2025. Dalam surat tersebut, tujuh Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai kota Eropa, termasuk Paris, Brussels, Roma, dan Amsterdam diminta untuk memberikan pendampingan khusus kepada istri Menteri UMKM selama kunjungan ke sejumlah negara.
Perjalanan Agustina Hastarini disebut berlangsung dari 30 Juni hingga 14 Juli 2025, meliputi kota-kota wisata seperti Milan, Lucerne, dan Istanbul. Tidak hanya meminta pendampingan, surat itu juga tampak memberi kesan bahwa agenda sang istri dianggap cukup penting hingga melibatkan aparat diplomatik di beberapa negara.
Baca Juga: Waspadai Gaya Penipuan Baru Pakai Google Maps, Kenali Modusnya
Yang lebih mengejutkan, surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, dan turut ditembuskan ke Kementerian Luar Negeri, baik Direktorat Eropa I maupun Eropa II.
"Sehubungan dengan kegiatan dimaksud, kami mohon dukungan dan pendampingan dari perwakilan diplomatik selama kegiatan berlangsung," demikian kutipan isi surat yang kini viral di berbagai platform digital.
Artikel Terkait
Mayat Ditemukan Mengapung Dipastikan Pria Sidoarjo yang Loncat di Dam Rolak Songo
Viral Surat Kunker ke Luar Negeri Istri Menteri UMKM, Kedubes Diminta Kawal
Waspadai Gaya Penipuan Baru Pakai Google Maps, Kenali Modusnya
Apa Itu ASN Digital yang Dikembangkan KemenPANRB?
Perlintasan KA di Mojokerto akan Ditutup Sementara Imbas Perbaikan
Tom Lembong Dituntut 7 Tahun Penjara Kasus Impor Gula, Ia Klaim Fakta Persidangan Diabaikan