Kabar Mojokerto - Tsunami bukan hanya gelombang tinggi. Ia adalah rangkaian gelombang laut yang terbentuk akibat gangguan besar seperti gempa bawah laut, longsor dasar laut, atau letusan gunung api laut.
Di tengah samudra, kecepatan tsunami bisa mencapai 900 km/jam dan tinggi gelombangnya bisa tak terlihat.
Saat mendekati garis pantai yang dangkal, kecepatannya melambat. Sedangkan ketinggiannya meningkat hingga puluhan meter.
Lantas, bagaimana cara menyelamatkan diri dari Tsunami?
Baca Juga: BMKG Peringatkan 10 Wilayah di Indonesia Berpotensi Tsunami setelah Rusia Dilanda Gempa
Kita Tidak Bisa Memprediksi Tsunami, Tapi Bisa Mengantisipasinya
Belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan tsunami akan terjadi. Namun, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bisa sangat menentukan peluang selamat.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat harus mengandalkan tanda-tanda alam dan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi tsunami.
Langkah-langkah Mitigasi Sebelum, Sesaat dan Setelah Tsunami
Berikut ini panduan praktis menyelamatkan diri saat tsunami dilansir situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan fase waktu:
Sebelum Tsunami
-
Pahami lokasi tempat tinggal: Apakah berada di zona rawan tsunami? Cari tahu peta evakuasi dan jalur tercepat menuju tempat tinggi.
-
Kenali tanda-tanda alami:
-
Gempa lama dan kuat
-
Artikel Terkait
Alasan Jepang Sering Dilanda Gempa dan Tsunami
Gempa M 5,4 Guncang Pandeglang, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan
Gempa Guncang Aceh, Konsel hingga Pacitan, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
BMKG Peringatkan 10 Wilayah di Indonesia Berpotensi Tsunami setelah Rusia Dilanda Gempa