Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sementara kurang lebih 3 menit 40 detik.
Baca Juga: Riwayat Letusan Gunung Lewotobi, Paling Parah Tahun 1921
Setelah mengalami erupsi kembali pada Jumat malam dan Sabtu pagi, PVBMG) mengimbau warga untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan," kata Petugas Pengamat Gunung Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, dalam laporannya dari Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Hutan Timur, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (2/8/2025).
Baca Juga: Gunung Raung Erupsi, BPBD Dirikan 9 Pos Pantau
Sejumlah desa yang perlu diwaspadai banjir lahar antara lain wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nu Sebelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Artikel Terkait
3 Jalur Pendakian dan 1 Camping Ground di Pacet Mojokerto Ditutup Sementara Imbas Cuaca Buruk
Indahnya Poetok Soeko di Mojokerto, Pemandangan Berlatarbelakang Gunung
Pengalaman Horor Agam Menyusuri Gunung Rinjani, Bikin Merinding!
Penanggungan Gunung Api yang Tidur Ribuan Tahun, Apakah Masih Bisa Meletus?