6 Desa di Mojokerto Dilanda Banjir Usai Hujan Deras Semalaman

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Senin, 9 Juni 2025 | 16:42 WIB
Tim BPBD Mojokerto saat meninjau lokasi banjir di Desa Pulorejo, memastikan keselamatan warga dan memantau kondisi genangan air. (M Lutfi Hermansyah)
Tim BPBD Mojokerto saat meninjau lokasi banjir di Desa Pulorejo, memastikan keselamatan warga dan memantau kondisi genangan air. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sejak Minggu malam, (8/6/2025), menyebabkan banjir di enam desa yang tersebar di dua kecamatan. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoie Afrida Soesetyo Djati, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai turun sekitar pukul 23.30 WIB. Curah hujan yang tinggi memicu meluapnya sejumlah aliran sungai, sehingga air menggenangi permukiman dan jalan desa.

"Sejumlah sungai di wilayah Mojokerto tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis. Akibatnya, air meluap ke area pemukiman dan fasilitas umum," ujar Yoie pada Senin, (9/6/2025).

Baca Juga: Pesta Pernikahan di Mojokerto Terendam Banjir, Akad Nikah Dipindah ke Masjid

Di Kecamatan Mojoanyar, banjir terjadi di Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman. Genangan air di permukiman warga mencapai 10 hingga 20 sentimeter, sementara di jalan utama ketinggiannya mencapai 60 sampai 80 sentimeter. Setidaknya enam rumah tercatat terdampak banjir di desa ini, yang dipicu oleh luapan anak Sungai Sadar.

Kondisi lebih parah ditemukan di Kecamatan Dawarblandong, yang mencakup lima desa terdampak banjir. Desa Talunblandong menjadi wilayah dengan dampak terluas, dengan 66 rumah warga terendam. Di Desa Banyulegi tercatat sekitar 50 rumah, Desa Sumberwuluh sebanyak 17 rumah, Desa Pulorejo 42 rumah, dan di Desa Simongagrok ada 7 rumah yang ikut tergenang.

"Air di dalam rumah warga rata-rata mencapai ketinggian 20 hingga 40 sentimeter, sedangkan di jalan desa bisa mencapai hingga 80 sentimeter," jelas Yoie.

Baca Juga: Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah Tertentu, Yuk Cek Apakah Kamu Termasuk?

Sejumlah warga terpaksa mengungsi untuk sementara waktu. Di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, sebanyak 8 kepala keluarga yang terdiri dari 32 jiwa memilih tinggal sementara di rumah tetangga yang tidak terdampak banjir.

Hingga saat ini, genangan air masih terlihat di beberapa titik, namun kondisi debit air menunjukkan tren penurunan. Tim BPBD terus melakukan pemantauan dan membantu evakuasi warga yang membutuhkan.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X