Kabar Mojokerto - Dua rumpun bambu tumbang secara bersamaan dan menimpa dua rumah yang terletak di Dusun Pelem RT 02 RW 04, Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu sore (15/11/2024), sekitar pukul 15.00 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan salah satu rumah hancur total, sementara rumah lainnya mengalami kerusakan parah.
Kedua rumah yang tertimpa bambu tersebut bersebelahan dan menghadap ke arah selatan-utara. Satu rumah terbuat dari bahan kayu, sementara yang lainnya menggunakan bahan bangunan pasca (semisal bata dan semen).
Pantauan tim Kabar Mojokerto, hampir seluruh bagian rumah kayu yang tertimpa bambu mengalami kerusakan serius. Hanya bagian depan pondasi yang terbuat dari semen yang masih berdiri kokoh. Sementara itu, teras, ruang tamu, hingga dapur yang berbahan kayu hancur rata dengan tanah. Di sisi lain, rumah pasca yang juga terdampak hanya mengalami kerusakan pada bagian teras dan atap.
Baca Juga: Kakek Tewas Kebakaran Rumah di Mojokerto Punya Riwayat Sakit
Alfi Haris (25), pemilik kedua rumah tersebut, menceritakan jika ia bersama empat anggota keluarganya sedang berada di dalam rumah yang terbuat dari bahan pasca, sementara dua anggota keluarga lainnya berada di teras rumah kayu.
"Tiba-tiba datang angin kencang, diikuti dengan hujan deras. Kejadiannya hanya sekitar 15 menit," ujar Alfi saat diwawancarai oleh Kabar Mojokerto.
Sesaat setelah merasakan sesuatu yang berat menimpa rumahnya, Alfi segera menyadari jika dua rumpun bambu besar telah tumbang dan mengenai rumahnya. Ia bersama keluarganya bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.
"Pas keluar, kedua rumpun bambu itu langsung menimpa rumah. Alhamdulillah, waktu kejadian nenek dan ponakan saya sedang berada di teras, jadi mereka bisa langsung lari," tambah Alfi.
Akibat kejadian tersebut, rumah yang dihuni oleh nenek Alfi hancur hampir sepenuhnya. Selain rumah, sejumlah barang berharga seperti televisi, penanak nasi, dan almari juga rusak parah tertimpa bambu.
"Alhamdulillah, warga segera membantu mengevakuasi bambu yang menimpa rumah kami. Tanpa bantuan mereka, mungkin kerusakannya bisa lebih parah," ujar Alfi.
Baca Juga: Rumah Warga di Mojokerto Kabakaran, Kakek Tewas Terbakar
Selain itu, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Proses evakuasi melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat. BPBD Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan berupa 6 lembar terpal untuk melindungi rumah yang rusak akibat angin kencang.
“Tim BPBD memberikan bantuan berupa terpal sebanyak 6 lembar kepada warga yang terdampak angin kencang,” ujar Khakim, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto.
Alfi juga menyebutkan kedua rumpun bambu yang tumbang tersebut merupakan milik tetangganya. Namun, ia mengaku enggan mempermasalahkan hal tersebut, mengingat bambu tersebut berfungsi sebagai pagar desa.
"Saya tidak ingin mempermasalahkan itu. Di samping sedang kesulitan, bambu itu memang digunakan sebagai pagar desa," tandas Alfi.
Saat ini, pihak berwenang dan warga setempat masih melakukan upaya pemulihan dan pembersihan area yang terdampak.
Artikel Terkait
Cuaca Mojokerto Hari Ini 11 November 2024, Bumi Majapahit Diguyur Hujan Siang-Sore
Kecelakaan di Pacet Mojokerto, Mobil Daihatsu Ayla Tabrak Sepeda Motor, Pengendara Luka Serius
Dua Mobil Terjun ke Jurang di Mojokerto, Diduga Akibat Rem Blong
Dua Mobil Terjun ke Jurang di Mojokerto, 13 Orang Dilarikan ke RS
Kronologi Lengkap Kecelakaan Dua Mobil Terjun ke Jurang di Mojokerto
Kondisi Terkini Korban Dua Mobil Terjun ke Jurang di Mojokerto, 3 Orang Patah Tulang
Minibus Terjun ke Jurang di Mojokerto Angkut Rombongan Takziah, 9 Orang Luka
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Korea “Amazon Bullseye” di Bioskop Mojokerto
Rumah Warga di Mojokerto Kabakaran, Kakek Tewas Terbakar
Kakek Tewas Kebakaran Rumah di Mojokerto Punya Riwayat Sakit