Kabar Mojokerto - Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan masalah Anda kepada pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.
Pria di Mojokerto berinisial TH (24) meloncat ke Sungai Brantas, tepatnya di bendungan rolak songo Desa Lengkong, Mojoanyar, Mojokerto. Korban nekat bunuh diri diduga karena putus cinta dengan kekasihnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bibi TH, MN. Menurut MN, kekasih korban meminta untuk dilamar namun tak disanggupi oleh korban. Korban belum siap lantaran masih mengganggur. Sehingga, sang kekasih memutuskan korban.
Baca Juga: Petugas Gelar Ramp Check dan Tes Urin di Terminal Mojokerto, Sopir Bus Diimbau Tak Ngebut
Lantaran cintanya kandas, pria asal Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto itu pun memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
"Ceweknya minta dilamar, tapi TH nggak mau karena belum punya kerjaan. itu cerita dari adiknya setelah melihat isi chat (korban dan kekasihnya). Yang cewek mutusin, katanya kalau nggak dilamar sampek awal tahun depan, ya akan menerima lamaran cowok lain," ungkap MN.
Sementara, Budhe TH, SP (60) menyebut , korban sempat pamit keluar rumah kepada orang tuanya pada Senin (23/12/2024) selepas Maghrib. Saat itu, korban pamit hendak cari angin.
Namun setelah keluar rumah, korban mengirimkan pesan melalui WhastApp kepada adik perempuannya yang ditujukan kepada sang ibu.
"Kepada adiknya dia bilang, ‘aku pamitno mama, aku wes ga mantuk’ (aku pamitkan kepada mama, aku sudah tidak pulang)," ungkap SP menirukan isi chat korban kepada adiknya.
SP juga mengungkapkan hal senada dengan MN. Korban diduga buhuh diri karena putus cinta dengan kekasihnya. Menurut SP, korban sudah menjalin hubungan pacaran sekitar 5-6 tahun dengan perempuan berinisial TY.
"Tadinya putus nyambung putus nyambung. Tadi malam TY sempat ditelpon anak saya, tanya keluar sama TH ta? (Jawab TY) Mboten, kulo sampon putus (tidak, saya sudah putus)," kata SP.
TH melompatkan ke bendungan Rolak Songo pada Senin (23/12/2024) sekitar pukul 21.15 WIB. Sebelum kejadian tersebut, TH sempat menitipkan sepeda motor Honda BeAt warna hitam kepada pengujung warung di sisi selatan Rolak Songo.
Saat itu, TH berdalih akan ada keluarga yang mengambil sepeda motor nopol S 3291 NAW itu. Namun, sejumlah pengujung warung menolak karena curiga dengan gelagat aneh TH.
Artikel Terkait
Pos Check Point Pacet-Sendi: Upaya Polres Mojokerto Jaga Keselamatan Pengendara Jelang Nataru
Ingat! Masyarakat Dilarang Konvoi dan Sulut Petasan Selama Nataru di Mojokerto, Nekat Bakal Diamankan
Pria di Mojokerto Lompat ke Bendungan Rolak Songo, Sempat Titip Motor
Truk Muat Paket Ekspedisi Terguling di Tengah Jalan Bypass Mojokerto Usai Pecah Ban
Antisipasi Laka Lantas Selama Nataru, Puluhan Sopir Bus dan Angkutan Barang di Mojokerto Jalani Tes Urine
Petugas Gelar Ramp Check dan Tes Urin di Terminal Mojokerto, Sopir Bus Diimbau Tak Ngebut