Kabar Mojokerto - Pada hari kedua upaya pencarian, TH (24), warga Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Mojokerto, masih belum ditemukan. Pencarian oleh Tim SAR Gabungan terkendala oleh tinggi dan derasnya debit air arus sungai.
Seperti pada hari pertama, upaya pencarian dimulai dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK), yakni di Bendungan Rolak Songo, Desa Lengkong, Mojoanyar, Mojokerto.
Operasi pencarian (Ops Sar) kali ini melibatkan tiga prahu karet, yang masing-masing berasal dari Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto, dan TSA Gerpik. Jumlah personel yang sebelumnya sekitar 54 orang, kini bertambah menjadi 70 orang. Selain itu, jangkauan penyisiran juga diperluas menjadi 15 kilometer, dari yang sebelumnya hanya 5 kilometer.
Baca Juga: Banjir di Desa Jolotundo Mojokerto Sebabkan Pagar Sekolah Nyaris Roboh
Gani Wiratama, Koordinator Operasi Sar Basarnas Surabaya, menjelaskan upaya pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Satu perahu dari Basarnas melakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga Dam Keling, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, dengan radius sekitar 5 kilometer.
Sementara itu, dua perahu karet dari BPBD Kabupaten Mojokerto dan TSA Gerpik difokuskan untuk menyisir daerah dari Dam Keling hingga Jembatan Ngrame, Kecamatan Pungging, dengan radius sekitar 10 kilometer.
“Melihat derasnya arus sungai dan meningkatnya debit air, ada kemungkinan korban terbawa arus semakin jauh,” ujar Gani kepada Kabar Mojokerto di posko pencarian, Desa Lengkong, pada 25 Desember.
Namun, hingga operasi SAR dinyatakan ditutup sekitar pukul 16.00 WIB, pencarian korban masih belum membuahkan hasil. Gani menyebutkan upaya pencarian terkendala oleh meningkatnya debit air yang cukup tinggi.
Baca Juga: Basarnas Sisir Sungai Brantas Hingga Radius 5 KM, Cari Pria yang Lompat ke Bendungan Mojokerto
“Kami terkendala dengan meningkatnya debit air yang sebelumnya sekitar 400 meter kubik per detik, kini menjadi 700 meter kubik per detik, akibat curah hujan yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Selain upaya pencarian, Gani juga menyampaikan informasi tentang kejadian ini kepada aparat setempat serta paguyuban nelayan yang berada di wilayah Porong hingga Tlocor, dengan harapan mereka dapat membantu mengamankan dan melaporkan jika menemukan korban.
“Berdasarkan perkiraan waktu tenggelamnya korban, seharusnya jasadnya sudah mengapung di permukaan air,” katanya.
Baca Juga: Putus Cinta Diduga Jadi Pemicu Pria di Mojokerto Lompat ke Bendungan Rolak Songo
Gani menambahkan, pada hari berikutnya, tim akan melakukan evaluasi bersama untuk menentukan langkah selanjutnya dalam proses pencarian.
"Besok, kita akan melakukan evaluasi bersama tim yang terlibat, untuk menentukan rencana pencarian selanjutnya," tutup Gani.
Artikel Terkait
Truk Muat Paket Ekspedisi Terguling di Tengah Jalan Bypass Mojokerto Usai Pecah Ban
Antisipasi Laka Lantas Selama Nataru, Puluhan Sopir Bus dan Angkutan Barang di Mojokerto Jalani Tes Urine
Petugas Gelar Ramp Check dan Tes Urin di Terminal Mojokerto, Sopir Bus Diimbau Tak Ngebut
Putus Cinta Diduga Jadi Pemicu Pria di Mojokerto Lompat ke Bendungan Rolak Songo
Basarnas Sisir Sungai Brantas Hingga Radius 5 KM, Cari Pria yang Lompat ke Bendungan Mojokerto
Banjir di Desa Jolotundo Mojokerto Sebabkan Pagar Sekolah Nyaris Roboh