Kabar Mojokerto - Alfian Aditya Pratama (13), salah satu siswa SMPN 7 Kota Mojokerto, menjadi korban yang meninggal dunia dalam tragedi Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta. Sang ayah sempat merasakan firasat aneh sebelum musibah yang menimpa anaknya karena terseret ombak.
Ayah Alfian, Mat Apip, mengatakan bahwa anak sulungnya meminta dibelikan sandal baru dan memotong rambut sebelum berangkat. Ia juga sempat mengantarkan anaknya ke sekolah untuk mengikuti outing class ke Pantai Drini pada Senin (27/1/2025) petang.
Setelah mengantar, ia tidak langsung pulang. Ia bersama istrinya menunggu keberangkatan bus rombongan siswa SMPN 7 Kota Mojokerto, karena sang istri tidak mau pulang sebelum melihat anaknya berangkat.
“Saya melakukan panggilan video, saya tanya, 'Tempat duduknya di mana?' Dijawab Alfian, 'Di tengah, Yah'. Kemudian saya lihat melalui kaca, tetapi tidak terlihat karena kaca mobil berkabut,” ujar Mat Apip kepada wartawan, Selasa (28/1/2025).
Keesokan harinya, Mat Apip yang juga seorang bapak dua anak, kembali ke Kediri karena bekerja di sebuah gudang beras di daerah tersebut. Dengan mengendarai sepeda motor, ia berangkat sekitar pukul 03.30 WIB.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba ban motornya bocor. Pada saat yang bersamaan, putranya sedang dalam perjalanan menuju Pantai Drini.
“Kalau firasat, saya bekerja di Kediri dan berangkat dari rumah sekitar pukul 03.30 WIB. Anehnya, sepeda motor saya bocor pada pukul 04.30 WIB, bahkan ban dalamnya terlepas,” ungkapnya.
Kepergian Alfian meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Jenazahnya tiba di rumah duka yang terletak di Jalan Flamboyan Gang Buntu, Lingkungan Wates, Kota Mojokerto, pada Selasa (28/1/2025) pukul 22.48 WIB. Isak tangis keluarga dan para pelayat lainnya pecah saat jenazah tiba.
Setelah disalatkan di musala setempat, jenazah Alfian langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Wates.
Baca Juga: Tangis Ortu Sambut Kedatangan Rombongan Siswa SMPN 7 Mojokerto Pasca Insiden Pantai Drini
Selain jenazah Alfian, dua korban meninggal dunia lainnya juga telah tiba di rumah duka. Mereka adalah Malvein Yusuf Adh Dhuqa, warga Jalan Al-Azhar, Kelurahan Kedundung, Magersari, dan Bayhaki Faqtyansah, warga Desa Penompo, Jetis.
Peristiwa nahas itu terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, pada Selasa (28/1/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Sebanyak 257 siswa dan 16 guru pendamping berangkat dalam kegiatan outing class tersebut. Tiga belas siswa terseret ombak saat bermain di pantai.
Sembilan siswa berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tiga siswa meninggal dunia. Satu siswa masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Artikel Terkait
13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini, Tanggung Jawab Siapa?
Pemkot Mojokerto Tanggung Biaya 13 Siswa SMPN 7 yang Terseret Ombak di Pantai Drini Gunungkidul
Ini Identitas 13 Siswa SMPN 7 Mojokerto yang Terseret Ombak Pantai Drini
Tangis Ortu Sambut Kedatangan Rombongan Siswa SMPN 7 Mojokerto Pasca Insiden Pantai Drini
3 Jenazah Siswa SMPN 7 Mojokerto yang terseret Ombak Pantai Drini Tiba di Rumah Duka, Langsung Dimakamkan