Kades Manduro Manggung Gajah Eka Dwi Firmansyah menjelaskan, bencana kekeringa yang melanda wilayahnya berlangsung sejak Mei 2025 lalu. Sekitar 3000 jiwa di dua dusun kesulitan mencari air bersih. Yaitu Dusun Buluresik dan Gajah Mungkur.
Selama ini, warga dua dusun tersebut mengandalkan air bersih yang disalurkan melalui pipa dari mata air di Dusun Genting, Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Mojokerto. Karena tak sumber mata air satu pun di dua dusun tersebut.
Namun demikian, debit air dari mata di Dusun Genting yang dialirkan melalui pipa itu kecil.
"Air hanya menyala 3 hari sekali, per rumah dapat jatah 1 jam, debitnya kecil sejari kelingking. Sangat tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Kades Duyung Jurianto Bambang Siswantoro menyebut, krisis air bersih di wilayah terjadi sejak akhir Juli 2025.
Baca Juga: 137 Rumah Terendam Banjir Mojokerto, Polisi dan TNI Bantu Evakuasi Warga Dawarblandong
Menurut dia, sampai saat ini sebanyak 56 rumah di Dusun Duyung dan 58 rumah di Dusun Bantal kesulitan air bersih. Faktor utama, posisi mata air jauh lebih rendah dari permukiman penduduk.
"Faktor kedua, mata air saat kemarau debitnya turun menjadi 30-50 persen,“ ujarnya.