Kabar Mojokerto - Suplai air bersih yang telah disalurkan ke sejumlah desa di 3 kecamatan di Kabupaten Mojokerto dihentikan sejak 8 November 2024.
Penghentian ini dilakukan menyusul masuknya musim penghujan, di mana sesuai dengan Surat Keputusan Bupati terkait "Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla", distribusi air bersih hanya berlaku pada musim kemarau.
Abdul Khakim, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, mengungkapkan meskipun suplai air bersih telah dihentikan, beberapa desa di Kecamatan Ngoro, Trawas, dan Dawarblandong masih mengalami kekeringan.
Baca Juga: 2 Rumah di Mojokerto Rusak Akibat Rumpun Bambu Tumbang
"Saat ini, pemerintah daerah telah menghentikan suplai air bersih karena sudah memasuki musim penghujan dan kami terikat dengan waktu serta kondisi hidrometeorologi yang ada," ujar Khakim saat dihubungi Kabar Mojokerto melalui telepon pada Jumat (16/11/2024).
Anggaran dari APBD dan PAK, yang berjumlah Rp 135 juta dan Rp 150 juta masing-masing, telah digunakan untuk distribusi air bersih di tiga kecamatan tersebut. Selain itu, bantuan dari Pemerintah Provinsi yang mencakup 350 tangki air juga telah disalurkan.
"Anggaran kita sudah disalurkan sepenuhnya untuk distribusi air bersih, baik dari APBD maupun PAK," tambah Khakim.
Meski demikian, beberapa desa di ketiga kecamatan tersebut masih mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih. Warga bahkan terpaksa membuat tandon air untuk menampung air hujan.
Baca Juga: Kakek Tewas Kebakaran Rumah di Mojokerto Punya Riwayat Sakit
"Desa yang terdampak masih membutuhkan suplai air bersih, namun kami terbatas oleh aturan yang ada," kata Khakim.