Awal Mula Penerangan di Jalan Mojokerto, Dari Oblik hingga Beralih ke Pijar

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Minggu, 16 Februari 2025 | 13:32 WIB
Lampu penerangan jalan umum pada era kolonial di Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto (Kabarmojokerto.id/Muhammad Lutfi Hermansyah)
Lampu penerangan jalan umum pada era kolonial di Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto (Kabarmojokerto.id/Muhammad Lutfi Hermansyah)

Yuhan menjelaskan, pengadaan lampu oblik ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Ia mencotohkan, Gemeente Mojokerto menetapkan anggaran belanja  untuk penerangan jalan sejumlah f. 5.500 gulden pada tahun 1919.

 

“Biaya sebesar itu dipakai untuk pembelian lampu lentera sejumlah f. 1.000 gulden. Sedangkan untuk ongkos juru pelihara lentera berikut bahan bakar gasoline ditetapkan senilai f. 4.500 gulden,” beber anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto itu.

 

Baca Juga: Kisah Majapahit Diserang Pagebluk, Mpu Supo Bertindak

Pada 1923, lanjut Yuhan, penerangan jalan kemudian ditingkatkan dengan menggunakan lampu petromaks. Pemkot Mojokerto melakukan pergantian secara bertahap dengan mengganti lampu minyak dengan lampu bermerek Stormking. Meski saat itu mengalami keterbatasan anggaran.

 

“Pergantian dilakukan karena lampu petromaks memiliki pancaran cahaya yang lebih terang,” tuturnya.

 

Seiring berjalannya waktu, pemasangan lampu penerangan jalan juga diperluas. Salah satu yang disasar adalah pada ruas jalan yang menjadi gerbang masuk ke wilayah Kota Mojokerto.

 

“Sehingga lampu petromaks juga dipasang di jembatan Terusan yang saat itu menjadi akses utama ke kota,” terang Yuhan.

 

Untuk urusan pemakaian lampu modern, kota Mojokerto masih tertinggal. Pada tahun 1923 jalanan kota Pasuruan sudah menggunakan lampu listrik dari perusahaan Aniem.

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X